Home / ؞ Wawancara / Asrama Indonesia, Siapa Punya?

Asrama Indonesia, Siapa Punya?

WAWANCARA

Lauti Nia Astri Sutedja, Plt. Atdik Kairo:

28 Januari kemarin, KBRI baru saja meresmikan asrama Indonesia. Berbagai pertanyaan muncul di benak publik Masisir akan kehadiran asrama mahasiswa yang, diharapkan mampu membangun kemaslahatan. Tidak hanya itu, selain proses pembangunan yang bisa dinilai agak telat, dikhawatirkan asrama ini tak kunjung difungsikan oleh pengelola. Akibatnya, kehadiran asrama ini bisa jadi tidak begitu dinantikan atau bahkan terlupakan untuk sementara waktu.

Menanggapi keresahan publik, kswmesir.org melaksanakan kewajibannya memenuhi fungsi pokok sebagai pers –fungsi informasi. Dikirimlah Tim untuk mewawancarai pihak KBRI, selaku wakil pemerintah Indonesia di Mesir agar tidak muncul lebih banyak dugaan tak berdasar. Pada kesempatan ini, Tim mewawancarai Plt. Atdik Kairo, Bu Nia. Berikut hasil liputannya:

Bisa diceritakan, Bu, awal mula adanya pembangunan asrama Indonesia?

pak fachir
Foto Abdurrahman Fachir. Diambil dari news.metrotvnews.com

Ide awal dibangunnya asrama digagas tahun 2008 oleh A.M. Fachir. Beliau adalah mantan Dubes Indonesia untuk Mesir tahun 2007-2011. Setelah turun jabatan, ide ini dilanjutkan sampai masa kepemimpinan Nurfaizi Suwandi. Dan jadilah asrama Indonesia.

Jangan-jangan latar belakang pembangunan asrama tidak murni untuk Masisir….

Pembangunan ini dilandasi oleh upaya agar Masisir bisa lebih fokus belajar, karena sudah tidak memikirkan tempat tinggal. Selain itu lokasinya pun lebih dekat dengan kampus. Lebih penting dari itu, pembangunan asrama Indonesia dipandang sangat perlu. Melihat angka kriminalitas di Mesir yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

 

Bagaimana kabar anggaran tersedia?

Soal anggaran memang menjadi masalah. Maka dari itu, setelah mendapatkan sebidang tanah, Pak Fachri mengumpulkan dana terlebih dahulu. Saat itu baru terkumpul 19 milyar. Kemudian bertepatan dengan kunjungan Presiden SBY saat OKI di Mesir, dibahaslah lagi mengenai proyek ini. Dalam kesempatan ini pula pak SBY sempat meninjau lokasi pembangunan.

kunjungan SBY ke Mesir diambil dari www.hidayatullah.com
kunjungan SBY ke Mesir
diambil dari www.hidayatullah.com

 

Kendalanya apa?

DPR banggar
Suasana rapat persetujuan pemberian hibah. diambil dari http://www.kemenkeu.go.id/Berita/dpr-dan-pemerintah-sepakati-hibah-untuk-asrama-mahasiswa-dan-masjid-di-luar-negeri

Permasalahan yang muncul terletak pada birokrasi. Kala itu undang-undang tidak mengatur pasal pemberian hibah ke negara lain. Yang ada hanya mengatur penerimaan hibah. Sehingga pencairan dana untuk pembangunan asrama tidak memiliki dasar hukum. Namun, dengan kekuasaan SBY sebagai presiden, ditekenlah keppres no.8 tahun 2014 mengenai pemberian hibah bangunan.

 

Adakah sumber pendanaan lain selain pemerintah pusat?

Tentu. Pembangunan ini dibantu oleh Sumatra Utara sebanyak 5 milyar. Banyak provinsi juga menyumbangkan, ya. Namun sekali lagi statusnya adalah sumbangan, bukan iuran. Karenanya, kami sendiri tidak mematok seberapa jumlah minimalnya. Terserah mau berapa.

 

Seperti apa perhatian SBY mengenai pembangunan asrama Indonesia?

Dalam rapat yang berlangsung tanggal 25 Februari 2014, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati usulan dana hibah untuk pembangunan asrama. Khusus asrama, telah dianggarkan 2,94 juta dolar AS. Sebenarnya saat rapat tidak hanya membahas pembangunan asrama Indonesia di Mesir. Tapi juga bersamaan dengan kesepakatan untuk memberikan hibah kepada masjid IMAAM Centers di Maryland, Washington, DC, Amerika Serikat sebesar 3 juta dolar AS.

 

Seperti apa gambaran singkat proses penggarapannya?

Tahun 2011 Pak fachir menghadap Grand Syeikh al-Azhar meminta sebidang tanah untuk dibangun di atasnya asrama mahasiswa. Dapatlah tanah yang di Hay sadis untuk pembangunan. Pada 2012 baru mulai pembangunan fisik. Namun belum nampak signifikan. Tahun 2013 pembangunan baru bisa dinilai masif. Nah, 2014 Pak SBY meresmikan asrama ini di Jakarta. Kemudian di akhir 2015 seluruh bangunan siap digunakan. Perlu diketahui juga, semua tahapan pembangunan berada dibawah tanggung jawab al-Azhar, kita hanya memberi dana dan menerima laporan berkala. Terakhir, kemarin tanggal 28 Januari kita serah terima kunci kepada pihak al-Azhar.

sb6
Foto Pak Nurfaizi Suwandi pada peletakkan batu pertama. Diambil dari http://www.kemlu.go.id/Cairo/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Peletakan-Batu-Pertama-Pembangunan-Asrama-Mahasiswa-Indonesia-di-Mesir.aspx
Foto penyerahan kunci asrama (simbolik). diambil dari www.kemlu.go.id
Foto penyerahan kunci asrama (simbolik). diambil dari www.kemlu.go.id

 

Siapa yang akan mengelola asrama?

Pihak pengelola sepenuhnya kami serahkan ke al-Azhar. Adapun kapan mulai bisa ditempati, kami menunggu hasil pembicaraan dari al-Azhar. Tapi yang jelas, kita akan tetap mengawal proses ini.

 

Seberapa besar kapasistas asrama Indonesia?

Total ada empat bangunan dan satu gedung untuk dapur umum. Di lantai bawah juga ada hall yang cukup luas, kira-kira cukup untuk menyelenggarakan acara Masisir. Adapun daya tampung gedung sebanyak 1.400 mahasiswa.

 

Kami dengar ada pembagian kuota. Betul?

Dari kapasitas yang tersedia, ada mix Indonesia-Mesir. Sebanyak 50% atau 700-nya akan diisi oleh mahasiswa Indonesia. Sisanya untuk mahasiswa Mesir.

 

Bagaimana Masisir bisa menempati asrama Indonesia?

Prosedur untuk itu belum jelas. Karena kita harus bicara dan negosiasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola, dalam hal ini al-Azhar. Kabar yang bisa kita pegang saat ini, bagi mahasiswa Mesir yang akan tinggal di asrama Indonesia tentu ada screening. Yaitu bagi mahasiswa yang berprestasi atau asisten dosen. Sedangkan Mahasiswa Indonesia, nanti akan kita minta masukan dari kawan-kawan soal ini.

 

Seperti apa tanggapan Masisir mendengar adanya isu pembangunan asrama?

Berdasarkan kabar yang saya dengar di KBRI, tentunya mahasiswa menyambut baik adanya pembangunan asrama. Namun tidak semua bisa ditampung di sini. Karena kemampuan kita baru segitu –empat gedung. Kedepannya nanti tetap ada usaha untuk membangun asrama putri.

 

Selain memberikan keamanan serta kenyamanan mahasiswa, apa nilai positif dari asrama ini?

Mengambil sudut pandang hubungan internasional, tentu saja wujud asrama mahasiswa akan mempererat hubungan kedua negara, walaupun sifatnya akan tetap fluktuatif. Namun kita tahu bahwa al-Azhar memiliki peran besar dalam menciptakan generasi kita yang unggul dalam keislaman. Jadi pembangunan asrama ini kita jadikan dalam rangka balas jasa pula. Dengan demikian, hubungan Indonesia-Mesir akan semakin kaya.

#Tim terdiri dari: Pandhu Dewanata, Furqon Kaha, Muna Ni’ami.

 

Tentang admin

Lihat Juga

Mengenal Lebih Dekat Gadis Pembawa Bendera Paskibra Kairo

Kairo, kswmesir.org – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia di Mesir, KBRI Kairo mengadakan upacara …