Home / NGULIK / 5 Keunikan Hari Raya Idul Adha di Negeri Fir’aun

5 Keunikan Hari Raya Idul Adha di Negeri Fir’aun

Doc. google.com
Doc. google.com

Kairo, kswmesir.org (15/9) — Hari raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Tentunya, merayakan lebaran di negeri orang akan memberikan sensasi yang berbeda jika dibandingkan dengan merayakan di negeri sendiri. Momen bahagia yang seharusnya dirayakan bersama keluarga, kerabat dan tetangga harus dirayakan tanpa mereka.

Tapi di lain sisi, banyak sekali keunikan-keunikan perayaan Idul Adha warga Mesir yang akan membuat kita terkesan. Karena sebentar lagi Idul Adha segera tiba, jangan sampai hari raya yang seharusnya membuat kita bahagia malah membuat kita sedih karena perbedaan kultur yang ada. Idul Adha di Mesir memiliki sisi keunikannya sendiri.

Penasaran? Pantengin 5 keunikan mengenai perayaan Idul Adha di Mesir ini!

1. Masyarakat Mesir lebih memeriahkan Idul Adha daripada Idul Fitri.

Karena, hari raya akbarnya orang Mesir adalah Idul Adha. Mereka yang mampu dan berkecukupan saling berlomba mengeluarkan uang untuk membeli hewan qurban. Sehingga orang-orang yang kurang mampu merasa puas dan senang dalam perayaan qurban.

2. Perayaan Idul Adha di Mesir ditandai dengan libur 3 hari sebelum hari raya.

Banyak pedagang dan pemilik kedai tutup selama beberapa hari, bahkan seminggu. Nah, untuk para Masisir disarankan untuk menyiapkan pasokan bahan makanan yang banyak sebelum Idul Adha . Berbeda dengan Idul Fitri yang hanya mempunyai waktu libur 2 hari, bahkan sebagian masih mengharuskan beberapa karyawan dan pegawainya untuk masuk kerja tepat setelah hari raya.

3. Masyarakat Mesir menyambut datangnya Idul Adha jauh sebelum hari-H.

Di sejumlah masjid, tema khutbah Jum’at selalu berkaitan dengan ibadah haji sejak tiga pekan sebelum datangnya Idul Adha. Ta’mir masjid juga mengumumkan anjuran untuk puasa sunnah pada awal Dzulhijjah hingga hari ke-9. Minimal puasa Arafah pada hari ke-9. Bahkan hal ini juga dibiasakan pada anak-anak yang masih kecil.

4. Hewan qurban yang biasa kita jumpai di Indonesia hanya terbatas pada sapi dan kambing.

Tapi lain halnya di Mesir. Kita akan bertemu bermacam-macam hewan qurban, mulai dari kambing, sapi, kerbau, biri-biri, bahkan unta. Semua hewan ternak tadi sah digunakan untuk berqurban. Uniknya, ketika penyembelihan unta hewan ini tidak memberontak, akan tetapi tetap tenang dan berdiri tegak, sehingga tukang sembelih pun tidak memerlukan tali untuk menjinakkannya.

5. Yang lebih unik lagi, masyarakat Mesir suka sekali menghias hewan qurban mereka sebelum disembelih.

Pada umumnya masyarakat Mesir memotong hewan qurbannya di pinggir jalan. Maka dari itu, kita akan banyak menjumpai warna merah darah berceceran di mana-mana. Alasannya, supaya semua orang dapat melihat darah hewan qurban yang mengalir dan dapat senantiasa merasakan betapa meriahnya hari raya ini.

So, selamat hari raya qurban! Semoga umat Islam bisa lebih menyatukan diri dalam hikmah perayaan haji kali ini dan seterusnya. Senantiasa mengingat bahwa hari raya ini mengajarkan kebersamaan tanpa adanya pembatas antar negara, bangsa dan kelompok-kelompok lainnya. Happy sacrifice days!  (luppy)

Lihat Juga

Apa itu Fanous?

Kairo, kswmesir.org (26/6) Apa itu Fanous? Oke, Lur… Di Indonesia Fanous (baca: fanus) atau Farnus …