Home / Ngulik / 5 Perbedaan Wisuda di Indonesia dan Mesir

5 Perbedaan Wisuda di Indonesia dan Mesir

Kairo, kswmesir.org (14/10)Setelah beberapa tahun menimba ilmu di universitas, wisuda adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa. Yup, wisuda atau yang sering disebut dalam bahasa Inggris sebagai graduation ceremony. Wisuda merupakan salah satu titik bersejarah di kehidupan seorang mahasiswa. Yang jamak diketahui, wisuda identik dengan upacara besar-besaran. Entah itu dengan menyewa gedung yang besar, menyewa paduan suara papan atas dan pemateri sekelas Mario Teguh.

Di Indonesia, prosesi wisuda juga identik dengan banyaknya keruwetan. Hal ini bertolak belakang dengan prosesi wisuda di sebuah universitas Islam tertua di dunia, Al-Azhar, Kairo, Mesir. Acara wisuda cenderung lebih simpel dan tidak ribet. Berikut perbedaan wisuda mahasiswa di universitas-universitas Indonesia dan di Al-Azhar, Mesir:

  1. Penyelenggara.

Penyelenggaraan wisuda para mahasiswa dilaksanakan oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), yaitu organisasi yang menaungi para pelajar dan Mahasiswa di Mesir. Hal ini dikarenakan Universitas Al-Azhar tidak mengadakan prosesi wisuda bagi para mahasiswanya. Berbeda dengan di universitas-universitas Indonesia, acara wisuda diselenggarakan oleh masing-masing kampus.

  1. Pembayaran.

Menurut pengalaman para mahasiswa yang menuntut ilmu di tanah air, biaya wisuda di Indonesia bisa sampai berjuta-juta. Mungkin karena saking senangnya resmi menyandang predikat sarjana, hingga tidak sadar betapa mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya wisuda. Tentu saja, ini bukan masalah bagi mereka yang notabene berkantong tebal alias borju.

Kalau dibandingkan dengan biaya wisuda para mahasiswa Indonesia di Mesir, tidak lebih dari 200 Le. Jika dikonversikan ke rupiah, 200 Le senilai dengan Rp. 400.000,00. Murah banget kan?

  1. Pakaian dan Riasan.

Di Indonesia, wisuda adalah momen di mana semua wanita full-maked-up dan memakai sanggul, sementara pria memakai jas untuk kedua kalinya setelah sidang. Selalu seperti ini dan hampir ditemui di seluruh acara wisuda di Indonesia. Berbeda dengan di Mesir. Untuk wanita memakai abaya (gamis) hitam dan kerudung putih, sementara pria menggunakan jalabiyah (jubah) hitam dan imamah (peci khas Al-Azhar).

  1. Tamu Undangan dan Pengantar.

Sebagian besar orang Indonesia menganggap wisuda adalah momen sakral, jadi sebisa mungkin tiap wisudawan dan wisudawati akan mengerahkan setiap anggota keluarga guna menyaksikan prosesi ditempelkannya gelar sarjana di belakang namanya. Alhasil, wisuda di Indonesia selalu dihiasi dengan pemandangan membludaknya para pengantar.

Di Kairo, wisuda hukumnya tidak wajib. Jauh dari keluarga dan kampung halaman juga menjadi salah satu alasan sedikitnya pengantar yang hadir dalam wisuda. Mungkin hanya kerabat dan teman-teman terdekat yang menghadiri.

  1. Skripsi.

Di Indonesia, skripsi menjadi salah satu syarat kelulusan. Sedangkan di Mesir, hanya mengikuti ujian tingkat akhir dalam perkuliahan, asalkan lulus, kuliah beres. Tentu saja, tidak ada skripsi, siding, dan hal-hal semacam itu.

Nah,inilah potret wisuda yang ada di Indonesia dan Mesir. Jangan mengaku-ngaku sarjana jika tidak mengetahui kelima fenomena di atas. Sama sekali tidak masalah sih untuk merayakan momen kelulusan dengan gegap gempita. Namun sebagai orang yang dinilai memiliki pendidikan tinggi, sudah seharusnya paham akan arti efisiensi, terutama efisiensi biaya dan waktu.

Pada akhirnya wisuda hanyalah simbol. Justru yang lebih menegangkan itu adalah setelah prosesi kelulusan tersebut. So, jangan lupa ikut merayakan wisuda pada tanggal 20 Oktober 2015 ya. Mark your calendar on D-Day, and join us at Andalus Auditorium, ACC.

Don’t keep calm, because graduation day is finally here! (Luppy)

 

Tentang admin

Lihat Juga

5 Tempat Wisata Favorit di Mesir

Mesir adalah negeri yang memiliki peninggalan sejarah dunia dan sejumlah tempat pariwisata yang memukau. Hampir …