Home / masisir / Apipudin: Senat dan Masisir Harus Saling Bersinergi

Apipudin: Senat dan Masisir Harus Saling Bersinergi

Kairo, kswmesir.org (01/12) — Keberadaan senat-senat kemahasiswaan sangatlah penting di kalangan mahasiswa. Begitu juga halnya dengan senat ushuluddin. Memasuki awal tahun kuliah dan menjelang ujian termin 1, senat ushuluddin telah mempersiapkan dan menawarkan berbagai agenda yang siap dan mampu membantu mahasiswa dalam bidang akademis.

Sebagaimana tujuan dari senat ushuluddin sendiri yaitu berusaha menjadi wadah yang menunjang mahasiswa al-Azhar dalam menyalurkan aspirasi akademis dan mengembangkan kemampuan intelektual dan organisasi.

Lantas, bagaimana wajah baru senat ushuluddin kini? Berikut hasil wawancara dengan ketua senat ushuluddin, Apipudin ibnu Samsudin.

Bagaimana kabar senat ushuluddin?

Alhamdulillah, kabar senat ushuluddin lebih baik dari sebelumnya insya Allah.

Terkait program tahun ini, apakah sekedar melanjutkan program tahun lalu atau ada perombakan?

Untuk program-program senat sekarang tentu saja meneruskan program-program sebelumnya yang mana memang masih relevan untuk diimplementasikan tahun ini, seperti ushuluddin study club, try out setelah bimbel untuk menghadapi ujian, seminar dan juga bedah tesis.

Kami juga berusaha menghadirkan program-program baru yang dirasa lebih memberikan warna baru di senat ushuluddin dan mampu menunjang kebutuhan akademis teman-teman fakultas ushuluddin seperti Kamus (Kajian Muqorror Ushuluddin) , Ushuluddin Sport Day, Training Public Speaking, membuat jurnal di masing-masing termin, membuat buku induk senat ushuluddin, dan paket kaderisasi ushuluddin.

Selain program yang sudah disebutkan di atas, adakah cita-cita untuk menjadi organisasi yang dominan dalam dunia pendidikan masisir, seperti adanya kajian atau bedah kitab?

Tentunya ada, karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa senat adalah organisasi yang bergerak di bidang keilmuan dan berusaha memberikan kontribusi dalam pembelajaran materi kuliah Masisir.

Untuk itu muncullah keinginan dari kami untuk memaksimalkan apapun yang ada dan berusaha memberikan ide-ide baru untuk kemajuan dan keberhasilan di bidang akademis. Karena semua itu juga akan berimbas baik untuk kita.

Mengenai kajian dan bedah kitab, pastinya juga ada. Apalagi fakultas ushuluddin itu ada beberapa jurusan dan masing-masing jurusan itu mempunyai kelompok kajian masing-masing. Dan alhamdulillah untuk bedah kitab dan kajian sudah berjalan.

Sejauh ini, program apa saja yang sudah terealisakan dan bagaimana teknisnya?

Untuk program yang sudah terealisasikan yaitu di antaranya:

1. Seminar bersama dengan dekan ushuluddin, takrimul mutafawwiqin dan grand opening of ushuluddin study club, untuk teknisnya sebagaimana yang sudah berjalan.
2. Kamus (Kajian Muqorror Ushuluddin). Program ini bersifat mingguan, di setiap pertemuan membahas satu maddah hingga tuntas dengan pemateri bergilir pada setiap pertemuan.

Faktor apa saja yang mendorong kemajuan senat?

Faktor utama yang mampu mendorong kemajuan senat yaitu adanya kesadaran teman-teman untuk ikut andil menjadi bagian dalam kepengurusan senat berikut adanya rasa memiliki dari anggota untuk menyukseskan setiap program yang diadakan.

Karena tanpa 2 hal tersebut mustahil rasanya suatu organisasi mampu untuk maju dan berkembang, demikian halnya dengan organisasi senat.
Setidaknya harus ada sinergi antara senat dan Masisir.

Mengapa muncul kesan dari Masisir bahwa senat nampak tidak aktif?

Kalau kita melihat ke belaknag, kita akan menemukan fase di mana senat memang kurang maksimal dalam merealisasikan program-program, sehingga muncullah opini dari Masisir bahwa senat kurang aktif, dan opini inilah terbawa sampai ke tahun-tahun berikutnya. Namun dewasa ini, asumsi Masisir terhadap senat mulai berubah. Mereka sudah mulai mengakui kinerja senat dan menyadari manfaat adanya senat.

Apa yang dibutuhkan untuk bisa memajukan senat saat ini?

Mengganti pola pikir Masisir terhadap senat itu sendiri, menumbuhkan rasa kepedulian dan rasa memiliki dari teman-teman Masisir terhadap senat sehingga dengan demikian semua program senat akan berjalan dengan baik karena adanya kerjasama antara pengurus senat dan anggotanya.

Dan ketika kita telah mencapai itu, itu tandanya kita sudah bisa membangun senat yang lebih baik dan lebih maju.

Terakhir, apa kesan saudara Apip menjadi ketua senat dan apa harapan ke depan untuk senat ushuluddin?

Ada rasa bahagia sekaligus bangga menjadi ketua senat. Itu sementara karena senat merupakan organisasi yang fokus di bidang pendidikan, yang itu artinya kita bisa memberikan kontribusi akademis bagi teman-teman dan tentunya bisa menambah pengalaman organisasi dan wawasan keilmuan untuk saya dan pengurus senat lainnya.

Harapan ke depan untuk senat tentu ada, yaitu berusaha menjadikan senat sebagai wadah keilmuan akademis dan organisasi yang diidolakan masisir dan lebih aktif lagi dalam menjalankan program-program di dalamnya. (ikhda)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …