Home / Uncategorised / Batubara: “Tidak Ada yang Dimakzulkan”

Batubara: “Tidak Ada yang Dimakzulkan”

Kairo, kswmesir.org (24/8)  Aksi damai mahasiswa terkait pemakzulan Dr. Fahmy Lukman, M. Hum. rupanya masih menyisakan polemik. Pada hari Sabtu (8/8), akun facebook milik eks-presiden PPMI Amrizal Batubara, meng-upload sebuah foto Fahmy Lukman yang sedang menghadiri sebuah pertemuan yang dihadiri beberapa perwakilan Atdik luar negeri yang bertempat di Batam. Dalam postingan tersebut, Batubara menyebutkan bahwa  presiden PPMI Agususanto beserta seluruh kroninya sudah menipu seluruh Masisir. Terlebih, dia juga sempat menyuarakan gerakan penolakan LPJ PPMI 2014/2015 karena dia menilai bahwa PPMI sudah mengalami kegagalan.

Menanggapi hal ini, wartawan dari kswmesir.org mewawancarai Amrizal Batubara guna memperoleh keterangan selanjutnya mengenai hal tersebut. Seperti apa liputannya? Simak dalam petikan wawancara berikut ini:

Terkait status terakhir Anda tentang kegagalan PPMI dalam hal pemakzulan Atdik, dari mana Anda menilai itu sebagai sebuah kegagalan?

Karena KBRI sudah berani menipu dan mempermainkan PPMI Mesir. Dalam sejarah PPMI, hal ini tidak pernah terjadi. Nama baik PPMI telah diinjak-injak oleh KBRI. Kami sebagai mantan presiden PPMI Mesir serta sebagai warga anggota PPMI tidak rela dan tidak sudi diperlakukan seperti itu oleh pihak KBRI. Orang yang paling bertanggung jawab atas ini semua tentu saja adalah pemimpin kita, Presiden PPMI. Hal ini terjadi karena KBRI memang menganggap lemah PPMI, apalagi presidennya. Lihat saja untuk presiden yang sekarang. Dia sudah tau hal ini tapi dia tetap diam saja. Karena memang ini semua satu produk dan satu tujuan.

Kalau kita menilik kembali, di sini misi yang diusung adalah pemakzulan terhadap Atdik yang berarti pencabutan jabatan. Dalam hal ini bukankah PPMI sudah berhasil, setidaknya untuk mencabut Pak Fahmi dari jabatannya? Dan masalah KBRI sudah menipu dan mempermainkan PPMI, bisa dijelaskan bentuk penipuan yang Anda maksud?

Tidak ada yang dimakzulkan di sini. SK pemakzulannya saja tidak ada. Sebenarnya kalau Pak Fahmy sudah berhasil dimakzulkan, tentu sudah tidak ada urusan sama sekali mengenai tugas di sini. Ini dikarenakan Atase Pendidikan merupakan fungsi yang tidak memiliki keterkaitan dengan fungsi  lain. Atase Pendidikan adalah badan otonom sebagaimana Atase Ekonomi dan Atase Pertahanan. Apakah mungkin Pak Ipung dipindahkan ke bagian konsuleri misalnya? Ya, pasti tidak mungkin karena tidak ada kaitan satu sama lain. Arti pemakzulan seperti itu hanyalah dipahami oleh antek-antek Presiden PPMI  Agususanto. Semuanya omong kosong. Bukti lainnya coba Anda lihat status saya mengenai PPMI dan kroni-kroninya.

Baik, mengenai SK. Bukankah Bu Nia selaku yang bertanggung jawab terhadap urusan kemahasiswaan pernah mengkonfirmasi terkait hal ini, bahwa proses penurunan SK itu bisa jadi sangat lama. Menurut keterangan beliau waktu itu sekitar tujuh bulan SK baru bisa turun. Menurut Anda?

Tujuh bulan itu waktu habis masa kerja Pak Fahmy. Jadi begini, kalau Pak Fahmy itu ditarik banyak orang-orang yang akan terlibat.

Di sini, bukankah tugas Atdik sudah dialihkan ke Bu Nia? Apakah ini belum cukup sebagai indikasi bahwa Pak Fahmi memang sudah dicabut dari jabatannya?

Tidak ada yang dialihfungsikan di sini. Tanda tangan Atdik masih Pak Fahmy sampai sekarang. Ini cuma tipu-tipu untuk menenangkan mahasiswa saja.

Kalau dari status Anda, sebenarnya yang ingin Anda serang di situ siapa? Apakah PPMI? Atau KBRI? Atau malah keduaduanya?

Dua-duanya. Saya menyerang PPMI karena kekesalan saya terhadap presiden dan kroni-kroninya. Kalau kepada KBRI saya kesal karena PPMI dianggap bawahan. Dan masih banyak lagi.

Beberapa kali saya perhatikan Anda menyebut kronikroni presiden PPMI. Sebenarnya, siapa kroni-kroni yang Anda maksud ini?

Kroni-kroninya mereka adalah mahasiswa yang menjual PPMI kepada KBRI. Maksudnya kebijakan-kebijakannya.

Menjual yang Anda maksud di sini bagaimana?

Kepentingan Masisir yang dijual kepada KBRI. Apa yang dikatakan KBRI, itu yang dilakukan PPMI dan kroni-kroninya, karena mereka memiliki kepentingan di situ. PPMI juga Presiden mengatakan saya hanya ditekan untuk demo. Kan tidak etis namanya, orang memperjuangkan mahasiswa tapi ngomong begitu ke KBRI. Apalagi ketua Wihdah mengatakan kepada pihak KBRI, saya tertekan. Ini masalah siapa? Masisir apa per-orangan? Ini kan masalah Masisir. Gagalnya presiden itu sampai 4 kali kenduri kan karena banyak masalah yang tidak bisa dia selesaikan sendiri. (am)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …