Home / Masisir / Bayern Munchen Tak Nampak Batang Hidungnya, Mengapa?

Bayern Munchen Tak Nampak Batang Hidungnya, Mengapa?

Kairo, 9/10. Turnamen futsal antar pendukung klub-klub Eropa, bertajuk Cempe Champions League (CCL) telah usai beberapa waktu lalu, dan memunculkan Liverpool sebagai sang kampiun tunggal. Turnamen ini diikuti oleh enam belas tim yang terbagi dalam empat grup, dan masing-masing juara grup berhak beranjak ke fase knock out untuk memperebutkan posisi puncak. Dua slot tiket partai final akhirnya berhasil dicaplok oleh Barcelona A dan Liverpool, dimana partai yang melibatkan keduanya berakhir dengan kemenangan The Reds dengan skor identik, 1-0.

Namun begitu turnamen telah berlalu, tersirat keganjilan yang membuatnya serasa belum lengkap. Ada warna mencolok yang belum tertuang di atas kanvas. Ya, benar, tidak tercantumnya nama Bayern Munchen di daftar enam belas tim yang diproyeksikan bertanding. Padahal seperti diketahui, The Bavarian juga merupakan klub besar, serta mampu berbicara banyak di kancah kompetisi benua biru. Kalaupun dibuat alibi bahwa klub dari liga Jerman adalah jebolan baru, maka statemen itu tentu akan ditangkis dengan fakta keikutsertaan Borussia Dortmund, yang juga baru naik daun akhir-akhir ini.

Usut punya usut, ternyata pendukung Bayern Munich di Kairo belum semelimpah klub-klub lain, terutama klub yang bermarkas di daratan Inggris, Italia dan Spanyol. Diakui atau tidak, fans Munchen memang masih kalah jumlah dibanding yang lain. Dan selain masih sedikit, mereka juga kurang terorganisir dengan baik. Hal tersebut setidaknya tercermin dari jungkir balik salah satu fans Bavarian, Ahmad Musabiq, yang ingin membentuk tim untuk berlaga di CCL. Namun perjuangannya selama berhari-hari akhirnya terhenti setelah lonceng penutupan berdering, dan ia hanya menemukan empat personil, atau kurang satu dari persyaratan tim yang diperbolehkan berkompetisi.
10665216_10152447046867865_4445652245239902356_n
Ditemui usai turnamen, Musabiq mengaku kecewa, lantaran ia hanya menjadi penonton, sementara tim pujaannya di Eropa sana adalah armada yang sangat diperhitungkan. “Ini adalah ketimpangan sosial. Masa raksasa Eropa tidak memiliki pendukung di sini. Saya merasa sedikit terintimidasi,” ujarnya sambil memamerkan muka murung. “Ini kegagalan yang menyakitkan. Personil kami hanya kurang satu. Sayang, pendaftaran keburu ditutup,” tambahnya.

Namun, biarpun kecewa, ia mengaku akan bertekad membangun komunitasnya dari sekarang. “Ketidakikutsertaan ini pelajaran berharga. Kami akan membangun komunitas fans Munchen dari sekarang, sebagai persiapan partisipasi di kompetisi yang akan datang. Kami tidak mau ada skip lagi. Kami yakin dengan itu, karena Munchen adalah klub besar, dan sudah barang tentu menarik perhatian banyak orang. Makanya kami juga yakin, semakin lama, fans Munchen akan semakin bertambah,” paparnya berbusa-busa. (kim)

Comments

comments

Lihat Juga

Syabab Mesir Ungguli Timnas Masisir di Laga Al-Youm Indonesia-Mesir

Kairo, kswmesir.org – Dalam rangka memperingati hubungan diplomasi yang sudah berjalan 70 tahun, KBRI kairo …