Home / ؞ Opini / Berhikmah dari Rekam Jejak DP Melodi

Berhikmah dari Rekam Jejak DP Melodi

Setahun sudah bahtera WIHDAH berlayar di bawah kendali nahkoda saudari Choiriah Ikrima Sofyan, ketua WIHDAH terpilih yang meraup 216 suara dari 379 suara sah terakumulasi. Jika dikupas dari awal yaitu dari masa pemilu, maka untuk masa bakti 2014/2015 ini cukup “mendebarkan” dibanding tahun sebelumnya yang hanya ada calon tunggal. Setidaknya ada kandidat-kandidat yang ingin mengabdi pada WIHDAH, sehingga sense of belonging terhadap WIHDAH lebih nampak terjaga. Ya, meski untuk menyaring suara pun butuh perjuangan, melihat Masisir belum terlalu melek demokrasi. Terbukti dari angka golput yang hampir mengimbangi suara sah, 228 anggota tidak menggunakan hak pilihnya. Atau setara 48,18% dari 667 DPT tercatat.

Seiring bergulirnya waktu, tak terasa DP Melodi (begitu dinamakannya DP WIHDAH tahun 2014/2015 ini) genap mengemban tugasnya. Dalam rekam perjalanannya tentu banyak kita temui perubahan dari yang sebelumnya, baik program-programnya, model acara, dan beberapa poin yang akhirnya bermuara pada penilaiaan kuantitas dan kualitas.

Jika kita komparasikan dengan tahun lalu, maka bisa dikatakan bahwa tahun ini lebih sedikit mengadakan acara. “Tidaklah mengapa sedikit, tapi peningkatan dari segi lain dapat kita capai” kurang lebih begitu sang ketua pernah berujar. Maka disinilah DP berjuang sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk WIHDAH, untuk Masisir.

Namun, dilihat dari beberapa program tahunan yang selalu diadakan (baik program yang baru berumur tiga tahunan sampai program yang berumur kurang lebih sepuluh tahun), DP tahun ini cukup bisa diacungi jempol dalam mempertahankan bahkan meningkatkannya. Bisa kita ambil contoh program GEMMA (Gerakan Mahasiswi Mandiri) yang mulai dicanangkan dari dua tahun lalu oleh DP dibawah ketua saudari Nurul Hasanah. GEMMA tahun ini cukup berhasil menelurkan karyanya seperti baju, bros, dan hasil dari keterampilan lainnya.

Contoh lain lagi dari program yang sudah cukup lama adanya, FORDINDA (Forum Kaderisasi Insan WIHDAH), yang mana tahun ini memasuki angkatan kesepuluh. Dengan materi yang disajikan, cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswi baru. Sehingga dapat menyedot lebih banyak peserta ketimbang tahun sebelumnya. Terlebih mereka mengikutinya dengan antusias dan kritis.

Selain kedua contoh program tersebut, masih banyak program-program lain yang tidak bisa penulis kupas tuntas pada kesempatan kali ini. Selanjutnya sedikit kita singgung kendala-kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah banyaknya DP yang di tengah perjalanan kepengurusan ini pindah tinggal di asrama. Tentunya dengan perencanaan pribadi yang sudah lama dipertimbangkan. Agaknya hal ini sedikit membuat kami tergopoh pada saat mempersiapkan acara atau sesudahnya. Dikarenakan batas jam maksimal masuk asrama. Pun anak asrama tidak dapat menghadiri undangan acara yang diselenggarakan sampai malam. Tapi sebagai gantinya, pengurus yang tinggal di asrama mencoba untuk maksimal menjalankan tugas tetap (atau bahkan yang insidentil) sebelum datangnya petang.

Lainnya, tahun ini pun banyak pengurus yang pulang ke tanah air saat libur tiba. Hampir sepertiganya. Sehingga DP sempat kewalahan dan harus kerja extra. Hal ini cukup bedampak pada kebuletinan yang harusnya menerbitkan selebaran. Tapi tidak serta merta begitu saja, bagi pengurus yang pulang dikenakan ‘tugas’ lain. Mereka diwajibkan membawa barang dari Indonesia untuk diperdagangkan di Kairo.

Wal akhir, sebuah catatan kecil yang tidak sedikit hal ini menjadi aral bagi organisasi lain, kekompakan. Meski ini bersifat internal, tapi semoga WIHDAH ke depan dapat membangun lebih erat persaudaraan antar pengurus. Sehingga kinerja tidak hanya bertumpu pada satu dua orang saja, tapi dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki tiap pengurus.

Satu keunikan yang cukup penulis soroti, kemandirian pengurus tahun ini dalam finansial. Dengan sedikit ‘warisan’ dari tahun sebelumnya, tapi tahun ini dapat mengembangkannya. Misalnya dengan usaha katering WIHDAH. Bagaimana dengan yang sedikit kami miliki tapi dapat menghasilkan yang lebih, sebagaimana yang tertuang dalam prinsip ekonomi. Pun kehatian-hatian dan penghematan dalam keuangan, tahun ini cukup diapresiasi lebih.

Tinggalkan dan perbaiki yang kurang, pertahankan dan tingkatkan yang ada! Semoga tulisan ini cukup menjadi evaluasi untuk kedepannya. Sehingga kita tak lagi berpijak dari tangga pertama. (Kuntum)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Simposium dan Ide-Ide yang Kurang Cemerlang

Seperti sedang menonton film Batman vs Superman; Dawn of Justice bagi para penggemar DC Comics, …