Home / masisir / Bincang Santai Bersama Prof. Dr. Quraish Syihab
Seminar Umum

Bincang Santai Bersama Prof. Dr. Quraish Syihab

Kairo (29/10) Tepat kemarin malam, Griya Jawa Tengah didatangi sosok alim ulama, mufassir terkenal dari tanah air, bapak Prof. DR. Muhammad Quraish Shihab. Kedatangan beliau yang terkesan mendadak setelah bertolak dari Turki ini tidak disia-siakan oleh Atdik dan PPMI. Mereka mengadakan acara silaturahim bagi para mahasiswa bersama beliau yang tempatnya di KSW, padahal saat itu sedang berlangsung acara LPEPM, acara perkenalan tentang ke-KSW-an bagi mahasiswa baru yang berasal dari Jawa Tengah.

Beliau tiba di Griya setelah adzan maghrib bersama rombongan dari KBRI, bapak Atdik Kairo Fahmi Lukman, M.Hum, bapak Muchlason, dan bapak cecep juga hadir mengiringi beliau. Saat beliau masuk aula, para mahasiswa menyambutnya dengan penuh hormat dan takdzim. Meski kabar kehadiran beliau di KSW ini tidak terdengar di seluruh telinga mahasiswa, namun tampaknya mahasiswa kairo ini sangat antusias menghadiri acara tersebut. Terbukti dengan berjubelnya manusia di aula Griya tersebut, bahkan ada yang tidak sempat mendengar petuah-petuah indah beliau karena keterlambatan kabar yang ia dapat.

Acara itu dibuka oleh si pembawa acara, Fardan Satrio pada pukul 18.30 clt. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari wakil presiden PPMI, Ahmad Hujaj Nurrohhim dan Atdik Kairo, Fahmi Lukman, M.Hum. bincangsantaiSelanjutnya acara inti, dialog bersama bapak Prof. DR. Muhammad Quraish Shihab yang dimoderatori oleh saudara Mahmudi, MA.

Kehadiran beliau ini merupakan suatu kebetulan, kebetulan saat itu hadir beberapa calon mahasiswa yang baru datang dari tanah air. Beliau memberi banyak pesan kepada mereka, diantaranya agar pandai-pandai memilih teman dan lingkungan, selalu bermuamalah dengan teman lain negara, guru, dan dosen yang baik. Selain itu beliau juga berpesan bahwa kelemahan azhari ada dalam bahasa arabnya, karena tidak sedikit alumni azhar yang pulang ke tanah air masih dengan bahasa arabnya yang acakadut. Kemudian beliau juga mengingatkan bahwa Azhar itu cirinya wasathiyah, membuka selebar-lebarnya pintu madzhab yang kita kehendaki dengan memberikan pengetahuan pendapat mana yang benar dan yang batil. Diakhir kalamnya, beliau mengatakan untuk menghadapi masyarakat yang latarbelakangnya berbeda kita harus bijak, karena orang bijak mencari pembenaran dari apa yang didengarnya, sedangkan orang picik mencari kesalahan dari apa yang didengarnya. (nada)

link rekaman :
http://tinyurl.com/on3h6kt

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …