Home / KSW NEWS / OLAHRAGA / Bunga di atas Aspal

Bunga di atas Aspal

Yak… pemain berseragam Chelsea itu sudah merangsek ke depan. Dengan langkah pelan tak bersuara layaknya ninja, hampir-hampir tidak ada satu pun pemain lawan yang tahu kehadirannya. Sudah berdiri tak jauh dari gawang. Bola melambung dari belakang. Bebas sendirian tidak ada yang mengawal. Siap menerima umpan. Bola diterima… bek lawan mendekat. Sedikit sentuhan mengecoh lawan. Bola ditendang dan goal!…….

Suasana seketika berubah menjadi histeris. Seluruh pemain FC ST. Pauli bersuka cita, bersorak-sorai dan bergembira. Merayakan gol yang dicetak oleh pemain “medioker”. Pemain yang hampir-hampir oleh pemain lawan disepelekan dalam urusan membobol jala tapi lihai dalam menghalau teror serangan. Dengan perayaan khas JS-an, tangan di atas kepala jari-jemari menari dan bergerombol menjadi pemandangan selanjutnya.

Jumat Sehat tadi menggelar pertandingan antara FCUM (FC United of Manchester) berhadapan dengan FC ST. Pauli. FCUM, tim yang berasal dari daratan Inggris sedangkan ST. Pauli adalah sebuah tim yang bermarkas di Jerman. Baik keduanya memiliki pendukung yang militan dan vokal dalam menyerukan pesan-pesan Against Modern Football. Bertempat di GSS (Gelora Suuq Sayyarot) pertandingan berlangsung sangat riuh. Jual-beli serangan dihidangkan oleh kedua tim.

Pada menit-menit awal FC ST. Pauli yang dikapteni “Paul” Sopandi berhasil mencuri gol terlebih dahulu melalui kaki Asrizal Mustofa. Hasil kreasi umpan-umpan rekan setimnya. Hal ini juga tidak terlepas dari lini belakang  tim lawan yang lengah dalam mengawal pergerakan pemain-pemain ST. Pauli.

Setelah tertinggal, FCUM tidak mengendurkan serangan. Demi menyamakan kedudukan mereka memasukkan pemain-pemain yang datang terlambat. Juga untuk menambal lini belakang yang keropos.

Lima menit berselang, susunan pemain FCUM tadi malah membuahkan nestapa. Alih-alih menjebol jala lawan malahan ST. Pauli menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Berkat gol dari Deni, si manusia ikan (maaf ini acara TV). Dia berenang menghindari tekel dan hadangan ikan-ikan lawan untuk mencetak gol.

FCUM semakin gencar melancarkan serangan dan meneror kuintet pertahanan ST. Pauli yang diisi oleh Pak Eko, Sopandi, Ocad Sudrajad, Mbah Inul dan Sofyan Daim. Dengan demikian Pak Eko, Sopandi dan Ocad bekerja sebagai hansip yang menguber habis para pelanggar ketertiban, Serta Mbah Inul dan Sofyan Daim yang berfungsi menjadi bus Transjakarta. Kokoh, kuat dan ngetem-an. Yang hanya bisa dibongkar dan dibobol bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terbukti dengan banyaknya tendangan yang dilakukan FCUM. Terutama oleh mereka yang dipasang menjadi penyerang. Lebih spesial lagi tendangan-tendangan Mas Solihul Arifin (Thole), yang mana melambung jauh terbang tinggi hinggap di angkasa. Akhirnya usaha dan upaya yang dikerjakan hanya sia-sia belaka, apalagi berhadapan dengan hansip dan bus Transjakarta yang siap sedia.

Sepakbola adalah seni memainkan bola di lapangan. Tentang usaha mencetak gol ke gawang lawan. Juga tentang upaya mempertahankan jala gawang agar tidak dikoyak pemain lawan.

Sebelum bubaran ST. Pauli memperlihatkan seni tersebut. Gelandang serang FCUM, Fahmi Akbar yang telah frustrasi dengan cerdik menempati posisi ngetem di gawang lawan tersebut untuk bisa memperoleh gol. Tidak kurang akal ST. Pauli  mencontoh dan menjiplak strategi tersebut. Mereka mengutus Daim untuk memainkan peran itu. Daim dengan postur chibi, gendut unyu-unyu berhasil merayu bola untuk mendekatinya.

Mujur tidak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Daim pemain berseragam Chelsea itu memutarbalikkan prediksi semua hadirin. Dia awalnya sebagai bus Transjakarta berubah sedemikian rupa menjadi mobil Transformers. Menceploskan bola, mengobrak-abrik mental dan menyayat-nyayat hati pemain lawan. Posturnya yang mekar bak bunga yang sedang indah-indahnya. Menarik perhatian setiap jamaah JS-an yang ada. Begitulah bunga dia atas aspal. (Supri)        

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

La Decima:10 Komentar Walisongo

Pagelaran Jawa Cup XIV memang telah berakhir. Namun, euforia La decima Walisongo FC masih terasa …