Home / OPINI (page 2)

OPINI

Facebook

Bagaimana jejaring ini hendak menyumbat keraguan? Entah di zaman yang bagaimana kita hidup. Semua serba mendadak dan membutuhkan pemahaman yang mendadak pula. Semua tak bisa pelan, satu sama lain saling menyalip, menyikut, menundung dan akhirnya menjatuhkan. Ada kesegeraan yang kita tuai di tiap kita membuka jejaring sosial. Di sana, manusia …

Read More »

Manusia dan Syahwat Identitas

Tan Malaka, dan mungkin juga banyak dari filsuf lainnya, mengatakan bahwa “tak ada definisi maka tak ada ilmu”. Dari teropong yang jauh dan dipasang di paling ujung Everest pun kita musti sudah tahu pentingnya definisi untuk membatasi jangkauan ilmu-ilmu. Bahkan kita memang terlanjur mengangguk pada perkataan banyak filsuf bahwa definisilah …

Read More »

‘Memaafkan’ dalam Spektrum Dialektika

Entah secara tiba-tiba, di tengah menderunya pikiran yang koyak-moyak memikirkan yang seharusnya tidak musti dipusingkan, saya teringat tentang ‘memaafkan’—yang bagi saya, belakangan ini, serasa sangat sakral dan bersifat nir-realitas (meskipun dianggap realistis). Pada satu kesempatan, entah di kali apa, kata ‘memaafkan’ didefinisikan sedemikan tidak wajar oleh seseorang yang entah (saya …

Read More »

Celana Dalam Revolusi

Aku mencari perbedaan Antara Revolusi dan Perang Ketika selongsong peluru Melewati tubuhku Ghayath Almadhoun dalam Selebration (Alhaflah, Perayaan). Penyair Syiria itu barangkali bukan bertanya, tapi menohok. Atau mencoba mencekoki kita dengan beribu kesangsian tentang sejarah revolusi dan perang. Tak ada sejarah revolusi yang tanpa perang! Begitukah? Kita telah disibukkan oleh …

Read More »

Sebuah Seruan

Puisi adalah salah satu bentuk komunikasi di antara berbagai bentuk komunikasi lainnya, begitu Sapardi pernah berkata. Menurutnya, dalam ilmu komunikasi ada tiga unsur yang niscaya ada: pengirim pesan, medium/wahana, dan penerima. Dalam tataran ini, buku Mantra Asmara menjabat sebagai medium/wahana. Sementara pengirimnya adalah penggubahnya Usman Arrumy dan penerimanya adalah tentu …

Read More »

Anak Zaman yang Menyimak

-buat GM dan PAT Entah Nelson Mandela entah Gus Dur, kami tak tahu mana yang musti kami lihat sebagai nilai kepedulian yang mutlak kami akui dan kami anut. Dalam pusaran sejarah kekelaman Orba, kami bukan pelaku, kami juga bukan korban. Kami, anak zaman ini, hanya mampu menyimak, membaca, dan mengikuti …

Read More »

KANCIL

Alkisah, suatu ketika, seorang petani jengkel karena timunnya disatroni oleh kancil. Ini untuk kesekian kali ia harus jengkel. Beberapa hari yang lalu, sekitar 2×2 meter petak berisi penuh oleh timun, dihabiskan oleh hewan nakal itu. Pak petani itu memikirkan cara agar ia tidak kecolongan lagi. Di beberapa pojokan sawahnya, terpancang …

Read More »

Antara Isu, Fakta dan Penafsiran-Penafsiran; Berkaca pada Gerak Media Populer di Indonesia*

Demikian. Isu-isu adalah konsumsi publik yang paling diminati. Entah kenapa orang-orang begitu menyukai kisah-kisah, terutama yang menarik perhatiannya. Tentu saja. Mungkin memperbincangkan sesuatu adalah hal yang paling menyenangkan dalam kondisi psikologis manusia. Semakin pelik sebuah isu, semakin banyak peminatnya. Maka dengan memahami hal tersebut, permainan isu dapat menjadi rumus dasar …

Read More »

Mengasuh Dedek-Dedek Harapan Bangsa

Setelah beberapa bulan Masisir mengalami dehidrasi dan kemarau panjang, akhirnya mereka tidak lagi hanya bisa menelan ludah. Krupuk udang, abon pedas, abon manis, sambal terasi, Mie Sedap, caos pedas bahkan hati dan perasaan pun mereka telan. Tentunya dengan ditemani secangkir kopi lelet dan rokok cengkeh. Apa sebab? Tak lain dan …

Read More »

Malam

Sejak Ibu saya menghimbau untuk tak tidur malam dan baru boleh tidur setelah matahari muncul, entah kenapa saya tiba-tiba mendapat karunia dalam bentuk keberanian melawan kantuk. Ketika itu saya masih usia sekitar antara 11 sampai 13-an, dan saya sungkan meminta alasannya untuk itu—hal yang sejauh ini memang saya hindari begitu …

Read More »