Home / masisir / Dibalik Ketidakhadiran Grand Syekh di Wisuda (1)

Dibalik Ketidakhadiran Grand Syekh di Wisuda (1)

Gelaran wisuda yang diadakan KBRI bekerjasama dengan PPMI memang sudah berakhir beberapa waktu lalu, 403 orang menjadi wisudawan/i tahun ini dari berbagai negara seperti Indonesia (321), Afghanistan (3), Maroko (1), Niger(1), Malaysia (6) Pakistan (2), Filipina (7) dan Thailand (62) orang.

Acara yang dihelat di Auditorium Al-Andalus, Al-Azhar Conference Center, Nasr City Cairo, ini bias dibilang sukses besar dilihat dari jumlah wisudawan sendiri maupun banyaknya pengunjung yang hadir, namun kesuksesan besar ini masih sedikit kurang sempurna dengan belum hadirnya tamu agung yang selalu dinanti-nanti dalam acara tersebut, yaitu Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Tayyib. Menanggapi hal ini, Ramadien Akbar, selaku  ketua panitia memberikan penjelasannya.

“Berbicara mengenai kesuksesan acaranya kalau dibilang sukses besar alhamdulliah, itu juga pandangan objektif dari Masisir kita tidak ini (membanggakan -red), dibilang sukses sebenarnya juga tidak sukses benar, karena masih banyak kekurangan disana-sini,” ujarnya.

Selain itu, Ramadien juga membeberkan beberapa tips mengenai kekompakan panitia dalam meng-handle acara, salah satunya dengan sering-sering melakukan koordinasi dan kumpul bersama.

Adapun mengenai Grand Syekh yang belum bisa hadir saat acara salah satunya disebabkan karena padatnya kegiatan beliau, tidak hanya masalah  kemahasiswaan saja yang dipikirkan, namun berbagai hal yang harus beliau tangani. Makanya bisa dimaklumi kenapa beliau belum bisa hadir.

“Dari panitia dan PPMI sendiri jauh-jauh hari sudah mengusahakan, bahkan saat akhir-akhir masa jabatan PPMI sebelumnya (masa Amrizal Batubara -red) sudah ada pembicaraan secara lisan.”

Tiga minggu sebelum acara panitia sendiri sudah menyampaikan surat undangannya. Namun seminggu sebelum acara, lewat sekretaris pribadinya, beliau memanggil PPMI memberikan kabar perihal ketidakhadirannya.

“Berdasarkan informasi yang kami dapat dari Presiden PPMI (yang waktu itu datang ke masyikhoh -red), bahwasanya Grand Syekh ada suatu hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Mengenai hal penting ini sekretaris pribadi beliau juga tidak merinci perihalnya.”

Ketika menghadap ke Grand Syekh, presiden PPMI hanya bisa bertemu dengan sekretaris pribadinya dan tidak bisa bertemu langsung dengan Grand Syekh. Sebagai permintaan maaf atas ketidakhadirannya, beliau mengutus rektor baru Al-Azhar, Dr. Abdul Hayy Azb.

Ditanya mengenai apakah karena surat undangan dan yang menyampaikan secara langsung berasal dari PPMI bukan KBRI sehingga Grand Syekh tidak mau datang, Ramadien dengan tegas membantah, “memang betul kita yang mengundang (secara lisan lewat presiden PPMI dahulu -red), namun secara resmi undangan berasal dari KBRI. Yang mengeluarkan dari pihak KBRI atas nama Dubes langsung, jadi tidak benar surat undangan dari PPMI. Mana bisa kita mengundang sekelas Grand Syekh dengan surat PPMI. Semua dari KBRI, semua teknis lewat jalur protokoler dan kita dibantu atdik.”

Menanggapi soal siapa yang menyampaikan surat undangan, Ramadien mengiyakan bahwasanya PPMI-lah yang menyampaikan surat undangan ke Grand Syekh bukan dari pihak KBRI, KBRI hanya mengeluarkan suratnya saja.

Mengenai ketidakhadiran Grand Syekh pada wisuda tahun ini, ada beberapa anggapan dari publik kenapa beliau tidak sampai hadir, “Yang mengundang saja tidak hadir (Dubes), masak iya tamu undangan wajib hadir, tidak menghormati sekali (mengundang tapi dirinya tidak hadir)”

“Sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali ketidakhadiran Dubes dengan ketidakhadiran Grand Syekh, ini dibuktikan konfirmasi ketidakhadiran Grand Syekh 1 minggu sebelum acara, sedangkan konfirmasi ketidakhadiran Dubes 5 hari sebelum acara.”

Memang benar ketika itu Dubes Indonesia Bapak Nurfaizi tidak bisa hadir di wisuda, hal ini dikarenakan karena beliau sedang mengadakan koordinasi di Indonesia perihal persiapan peresmian asrama Indonesia di Mesir.

Lantas hal apa yang menyebabkan Grand Syekh belum bisa hadir dari tahun ke tahun? Apakah karena kesibukan beliau yang padat? Atau karena teknis dari panitia yang perlu dipersiapkan lebih matang lagi, semisal undangan disampaikan 1-3 bulan sebelum acara, undangan disampaikan secara langsung oleh Dubes atau pihak KBRI?

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …