Home / TIMTENG / Fatwa Dr. Ali Gum’ah, Dari Halalnya Mendengarkan Musik Hingga Tata Cara Amar Makruf Nahi Munkar

Fatwa Dr. Ali Gum’ah, Dari Halalnya Mendengarkan Musik Hingga Tata Cara Amar Makruf Nahi Munkar

Dr. Ali Gum’ah, mantan Mufti Mesir, berkata bahwa amar makruf dan nahi munkar memiliki beberapa syarat dan ketentuan. Keberadaannya itu sebagai manhaj yang bisa berlaku pada setiap zaman dengan maksud merealisasikan cita-cita dan tujuan. Beliau juga menjelaskan bahwa syarat-syaratnya termasuk orang tersebut (yang melaksanakan amar makruf dan nahi munkar-red.) harus mengetahui perkara agama, perbuatan tersebut tidak menyalahi aturan agama dan tidak adanya bahaya yang lebih besar jika perbuatan itu dilakukan. Kemudian beliau berkata: “Bermain catur dan mendengarkan musik itu halal bagi sebagian ulama dan orang yang mengharamkan itu maka keharamannya tidak untuk orang lain. Ketika kamu mencegah kemunkaran dan hal tersebut dapat berakibat pada bahaya yang lebih besar, maka tidak boleh untuk (melaksanakan perbuatan) mencegahnya.”

  • Hadirilah KMC (Khatulistiwa Monthly Cafe) 
  • KSW Mesir bekerjasama dengan Indomie Mesir untuk mengembangkan bakat dan minat para pecinta musik Masisir.
  • Kamis, 27 Agustus 2015 pkl. 18.00 WK di Aula Griya Jateng Cairo.

Dr. Gum’ah juga menambahkan pada sela-sela perbincangannya di acara “Wallah A’lam” bersama jurnalis Amr Khalil di saluran “cbc”, bahwa Khalifah Umar bin Khattab menjadikan amar makruf dan nahi munkar sebagai salah satu lembaga negara ketika metode-metodenya sesuai dengan zaman, dimana hal ini dilakukan suatu tujuan. Dan Khalifah Umar adalah seorang pejabat negara, beliau tentunya mampu membangun sebuah negara setelah mengetahui peradaban masyarakat lainnya dan melaksanakan lembaga-lembaga negara seperti kantor pos, majlis permusyawaratan dan lain-lain. Duktur Ali Gum’ah pun melanjutkan perkataannya: “Kalau pemudi ini inginnya hidup di zaman Nabi, sedangkan kita ingin hidup dengan ajaran Nabi.”

Kembali ke persoalaan amar makruf dan nahi munkar, beliau berkata: “Amar mak’ruf dan nahi munkar itu berkembang seiring berjalannya waktu dimana amar makruf nahi munkar bisa kita kenal dengan sebutan ‘al-habsah’. Beliau menjelaskan bahwa ahlul habsah itu seperti aparat kepolisian, anggota administrasi, dan tentara untuk menegakkan keadilan dan menolak kezaliman. Beliau juga menekankan bahwa golongan-golongan ekstrim yang muncul akhir-akhir ini dan mengaku bahwa mereka sedang menyuruh kebaikan itu tidak cukup bagi syariat islam, malah menzalimi hak hakim karna adanya hakim itu untuk mengurusi lembaga negara yang akan menjalankan aturan-aturan.(zak)

*Diterjemahkan dari berita el-Youm es-Sabi’ dengan judul “Ali Jum’ah: Simaa’ al-Muusiiqy Halaal wa Man Yuharrimuha Falinafsihi…Wa Na’iisy Diin an-Naby laa Zamaanahu, Ahad 23 Agustus 2015 oleh Aiman Romadlon.

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Gubernur Kairo: Seminar dan Lokakarya Seni Budaya di Kafe Asmaraat dan Moez di Ramadhan

Ir. Atef Abdel Hamid, Gubernur Kairo mengatakan bahwa Dinas Kebudayaan Kairo akan menyelenggarakan seminar dan …