Home / Uncategorised / Fenomena Temus : Cuman Jadi Bemper?

Fenomena Temus : Cuman Jadi Bemper?

Kairo (17/11) Para anggota tenaga musiman (temus) Indonesia asal Mesir yang tergabung dalam gelombang pertama telah kembali menginjakkan kaki di bumi kinanah pada hari Kamis, 6 November 2014, atau kurang lebih seminggu yang lalu. Mereka telah resmi menyelesaikan tugasnya di tanah suci, seiring selesainya musim haji dan sekembalinya para jemaah ke tanah air.

Namun, benak mereka masih menyisakan beberapa memori yang agak kurang enak didengar. Selain problematika penundaan pemberangkatan dan pemotongan gaji selama dua belas hari, mereka juga sempat dihebohkan dengan wacana penggantian uang tiket pesawat pulang-pergi. Sayangnya wacana tersebut tak kunjung menjadi kenyataan, hingga mereka kembali.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota temus, Landy Trisna Abdurrahman. “Kita sempat dijanjikan, tiket pesawat PP (pulag pergi -red) akan diganti. Tapi kenyatannya tidak ada. Cuman PHP doang.” Landy juga menyebutkan bahwa yang menyampaikan pesan tersebut bukanlah orang yang tepat. “Yang bilang kayak gitu itu sekretaris daker (daerah kerja -red) Mekah, dan sebetulnya itu bukan kapasitas dia untuk ngomong seperti itu. Bukan porsinya-lah. Tentu kita sangat menyesalkan hal itu. Kalau memang tidak ada anggaran kan seharusnya nggak perlu ngomong seperti itu. Nggak perlu lah menjanjikan yang muluk-muluk tapi ujung-ujungnya cuman asap doang.”

Selain itu, Landy juga menyentil tenaga profesional yang datang langsung dari Indonesia, dalam hal ini Depag, atas kinerja mereka yang dianggapnya kurang maksimal. “Mereka rata-rata kurang bisa berkomunikasi dengan bahasa arab, yang notabene adalah bahasa wajib di sana, dan kalaupun bisa ya cuma sepatah dua patah saja. Kalau jamaah perlu apa-apa, apalagi kalau bersangkutan dengan orang asing, yang menangani kalau bukan muqimin ya teman-teman anggota temus. Kalau mereka sih kerjanya hanya di kantor dan tinggal terima bersih laporan, gitu aja,” urainya panjang lebar.

Bahkan, lanjut Landy, ada salah satu tenaga profesional yang seharusnya tidak layak untuk ditugaskan. “Ada, salah satu dari mereka yang stroke selama di sana. Jadi semenjak tiba di sana, hingga pulang, dia nggak bisa mengerjakan apa-apa, dan itu tetap digaji. Aneh kan, masa iya, orang dengan kondisi seperti itu bisa lolos verifikasi.”

Lebih lanjut ia berharap, agar di tahun-tahun mendatang, orang-orang yang dikirim adalah mereka yang benar-benar telah memenuhi persyaratan dan memiliki loyalitas serta etos kerja yang baik, sehingga dapat membimbing dan membantu para jamaah haji bersama-sama secara maksimal.(kim)

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …