Home / masisir / Festival Batik: “Preserve Tradition, Arise Our Nation”

Festival Batik: “Preserve Tradition, Arise Our Nation”

Kairo, kswmesir.org (8/10)Batik merupakan salah satu ikon kebudayaan Indonesia yang mendunia. Di negeri kita, corak batik tidak hanya dimiliki oleh kota tertentu, melainkan banyak kota memiliki corak batiknya tersendiri. Sebut saja Pekalongan, Solo, dan Jogja.Namun, seiring berkembangnya arus globalisasi, ternyata batik diklaim sebagai ikon kebudayaan di negara tetangga. Pada titik inilah, generasi muda bangsa harus giat melestarikan salah satu dari sekian banyak kebudayaan bangsa ini. Oleh karenanya, dalam rangka memperingati sekaligus merayakan hari batik nasional tanggal 2 Oktober, PPMI mesir mengadakan festival batik dan fashion show.

Festival batik kali ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah PPMI. Di bawah kepemimpinan Abdul Ghofur Mahmudin atau yang akrab disapa Bang Gobe, PPMI ingin hadir sebagai organisasi yang lebih menaruh perhatian terhadap budaya bangsa, termasuk di dalamnya batik. Melihat hal tersebut, KBRI sebagai pengayom Masisir tentu saja turut mendukung gebrakan PPMI ini, karena festival ini juga dapat menjadi ajang promosi kebudayaan Indonesia dalam ranah yang lebih luas.

Mengusung tema: “Preserve Tradition, Arise Our Nation”, peringatan ini ditujukan untuk memelihara semangat pemuda bangsa khususnya Masisir terhadap budaya batik. Diharapkan antusiasme mahasiswa terhadap budayanya sendiri akan menjadi bagian dari pembangunan bangsa melalui jalur kebudayaan, sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih unggul dari masa ke masa. Menariknya, festival ini turut mengundang universitas ternama di Mesir seperti Cairo University, Banha University dan ‘Ain Syam University. Jadi, selain menyemarakkan hari batik, juga sebagai sarana mengenalkan budaya batik kepada penduduk lokal Mesir.

Guna menyemarakkan festival batik, PPMI mengadakan lomba fashion show dan selfie. Teknisnya, setiap kekeluargaan mengutus dua peserta yang terdiri dari pria dan wanita untuk kemudian mengikuti jalannya perlombaan di Wisma Nusantara. Hanya saja, fashion show tidak dilakukan bersamaan antara pria dan wanita, melainkan dipisah. Adapun kriteria penilaian diantaranya: kostum, attitude, tingkat kerapian dan skill para peserta. So, prepare your self! (kaha)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …