Home / Uncategorised / Flashback: Temus Yang Ketinggalan Pesawat

Flashback: Temus Yang Ketinggalan Pesawat

Kairo (20/11) Para peserta tenaga musiman (temus) yang sempat tertunda kepulangannya, akhirnya tiba di bandara Kairo pada hari Selasa, 18 November kemarin, pada pukul 10.00 pagi hari menjelang siang. Sebelumnya, mereka dijadwalkan tiba di Mesir pada hari Minggu, 16 November, malam. Namun mereka terpaksa harus menahan diri beberapa saat untuk tetap tinggal di Arab Saudi. Hal itu dikarenakan keterlambatan mereka menuju bandara, sehingga pesawat yang rencananya akan mereka tumpangi, terpaksa lepas landas terlebih dahulu.

Para peserta yang tergabung dalam gelombang kedua pemulangan ini, mengaku mengalami kendala non teknis yang menyebabkan mereka tertinggal pesawat. Kondisi yang tidak diperkirakan, ternyata terjadi dan membuat perjalanan dari penginapan menuju bandara melenceng jauh dari estimasi. Adalah turunnya hujan yang cukup deras, sehingga mengakibatkan jalanan tergenang air lah yang menyebabkan kemacetan hebat dan pada akhirnya membuat mereka terlambat untuk check in di airport.

“Kita sudah persiapan sejak sebelum Dhuhur. Dan setelah Dhuhur sekitar pukul dua, kita sudah memulai perjalanan ke bandara, dengan harapan bisa sampai bandara pada waktu boarding pass. Pesawat kita sendiri dijadwalkan take off pukul 18.40. Namun ternyata kondisi tidak mendukung, dikarenakan hujan deras dan angin, maka perjalanan menjadi macet total, sejak keluar dari hotel hingga sampai bandara. Kita pun sampai pada pukul 18.30, dan sudah tidak diperbolehkan masuk,” tutur Nurudin Mahmudi, salah satu peserta temus yang juga ikut dalam gelombang kedua tersebut.

Peserta lain, Islahuddin Mubarok, juga melontarkan hal senada. “Biasanya, waktu untuk menempuh perjalanan dari penginapan sampai bandara itu sekitar empatpuluh lima menit hingga satu jam. Namun karena jalanan lumpuh total akibat banjir, jadinya molor sampai empat jam lebih. Padahal itu sudah mengambil alternatif jalan pintas,” urainya.

Pada akhirnya, mereka terpaksa harus merelakan tiket tersebut hangus, dan membeli tiket baru dengan jadwal pemberangkatan tanggal 18 November. “Kita akhirnya harus beli yang baru seharga limaratus riyal atau sekitar seribu pounds, karena tiket yang pertama sudah tidak bisa dipakai alias hangus,” tambah Islahuddin.

Dengan tiket kedua tersebut, mereka bisa berangkat dengan lancar dan tiba di bandara Kairo dengan selamat. Meskipun penundaan karena keterlambatan tersebut cukup disesalkan, namun mereka tetap bersyukur akhirnya bisa menjejakkan kaki kembali di bumi kinanah serta dapat berbagi canda tawa dengan kawan-kawan yang sudah lama menantikan kedatangan mereka. (kim)

Our Agenda

Rihlah Maktabah
“Menelusuri Jejak Pustaka, Mendobrak Batas-batas Cakrawala”
Hari : Senin, 24 November 2014
Waktu: 08.30 Clt-selesai
Tempat : Maktabah Al-Azhar, Dar el-Kutub el Mishriyah, Qohiroh Kubra, IIIT, Misr Ammah
Status: Khusus teman-teman baru KSW, WSC, SMW
KMC
“Khatulistiwa Monthly Cafe”
Hari : Coming Soon
Waktu: Coming Soon
Tempat : Auditorium Griya Jateng
Status: Untuk umum

Kairo (20/11) Para peserta tenaga musiman (temus) yang sempat tertunda kepulangannya, akhirnya tiba di bandara Kairo pada hari Selasa, 18 November kemarin, pada pukul 10.00 pagi hari menjelang siang. Sebelumnya, mereka dijadwalkan tiba di Mesir pada hari Minggu, 16 November, malam. Namun mereka terpaksa harus menahan diri beberapa saat untuk tetap tinggal di Arab Saudi. Hal itu dikarenakan keterlambatan mereka menuju bandara, sehingga pesawat yang rencananya akan mereka tumpangi, terpaksa lepas landas terlebih dahulu.

Para peserta yang tergabung dalam gelombang kedua pemulangan ini, mengaku mengalami kendala non teknis yang menyebabkan mereka tertinggal pesawat. Kondisi yang tidak diperkirakan, ternyata terjadi dan membuat perjalanan dari penginapan menuju bandara melenceng jauh dari estimasi. Adalah turunnya hujan yang cukup deras, sehingga mengakibatkan jalanan tergenang air lah yang menyebabkan kemacetan hebat dan pada akhirnya membuat mereka terlambat untuk check in di airport.

“Kita sudah persiapan sejak sebelum Dhuhur. Dan setelah Dhuhur sekitar pukul dua, kita sudah memulai perjalanan ke bandara, dengan harapan bisa sampai bandara pada waktu boarding pass. Pesawat kita sendiri dijadwalkan take off pukul 18.40. Namun ternyata kondisi tidak mendukung, dikarenakan hujan deras dan angin, maka perjalanan menjadi macet total, sejak keluar dari hotel hingga sampai bandara. Kita pun sampai pada pukul 18.30, dan sudah tidak diperbolehkan masuk,” tutur Nurudin Mahmudi, salah satu peserta temus yang juga ikut dalam gelombang kedua tersebut.

Peserta lain, Islahuddin Mubarok, juga melontarkan hal senada. “Biasanya, waktu untuk menempuh perjalanan dari penginapan sampai bandara itu sekitar empatpuluh lima menit hingga satu jam. Namun karena jalanan lumpuh total akibat banjir, jadinya molor sampai empat jam lebih. Padahal itu sudah mengambil alternatif jalan pintas,” urainya.

Pada akhirnya, mereka terpaksa harus merelakan tiket tersebut hangus, dan membeli tiket baru dengan jadwal pemberangkatan tanggal 18 November. “Kita akhirnya harus beli yang baru seharga limaratus riyal atau sekitar seribu pounds, karena tiket yang pertama sudah tidak bisa dipakai alias hangus,” tambah Islahuddin.

Dengan tiket kedua tersebut, mereka bisa berangkat dengan lancar dan tiba di bandara Kairo dengan selamat. Meskipun penundaan karena keterlambatan tersebut cukup disesalkan, namun mereka tetap bersyukur akhirnya bisa menjejakkan kaki kembali di bumi kinanah serta dapat berbagi canda tawa dengan kawan-kawan yang sudah lama menantikan kedatangan mereka. (kim)

Our Agenda

Rihlah Maktabah
“Menelusuri Jejak Pustaka, Mendobrak Batas-batas Cakrawala”
Hari : Senin, 24 November 2014
Waktu: 08.30 Clt-selesai
Tempat : Maktabah Al-Azhar, Dar el-Kutub el Mishriyah, Qohiroh Kubra, IIIT, Misr Ammah
Status: Khusus teman-teman baru KSW, WSC, SMW
KMC
“Khatulistiwa Monthly Cafe”
Hari : Coming Soon
Waktu: Coming Soon
Tempat : Auditorium Griya Jateng
Status: Untuk umum

Kairo (20/11) Para peserta tenaga musiman (temus) yang sempat tertunda kepulangannya, akhirnya tiba di bandara Kairo pada hari Selasa, 18 November kemarin, pada pukul 10.00 pagi hari menjelang siang. Sebelumnya, mereka dijadwalkan tiba di Mesir pada hari Minggu, 16 November, malam. Namun mereka terpaksa harus menahan diri beberapa saat untuk tetap tinggal di Arab Saudi. Hal itu dikarenakan keterlambatan mereka menuju bandara, sehingga pesawat yang rencananya akan mereka tumpangi, terpaksa lepas landas terlebih dahulu.

Para peserta yang tergabung dalam gelombang kedua pemulangan ini, mengaku mengalami kendala non teknis yang menyebabkan mereka tertinggal pesawat. Kondisi yang tidak diperkirakan, ternyata terjadi dan membuat perjalanan dari penginapan menuju bandara melenceng jauh dari estimasi. Adalah turunnya hujan yang cukup deras, sehingga mengakibatkan jalanan tergenang air lah yang menyebabkan kemacetan hebat dan pada akhirnya membuat mereka terlambat untuk check in di airport.

“Kita sudah persiapan sejak sebelum Dhuhur. Dan setelah Dhuhur sekitar pukul dua, kita sudah memulai perjalanan ke bandara, dengan harapan bisa sampai bandara pada waktu boarding pass. Pesawat kita sendiri dijadwalkan take off pukul 18.40. Namun ternyata kondisi tidak mendukung, dikarenakan hujan deras dan angin, maka perjalanan menjadi macet total, sejak keluar dari hotel hingga sampai bandara. Kita pun sampai pada pukul 18.30, dan sudah tidak diperbolehkan masuk,” tutur Nurudin Mahmudi, salah satu peserta temus yang juga ikut dalam gelombang kedua tersebut.

Peserta lain, Islahuddin Mubarok, juga melontarkan hal senada. “Biasanya, waktu untuk menempuh perjalanan dari penginapan sampai bandara itu sekitar empatpuluh lima menit hingga satu jam. Namun karena jalanan lumpuh total akibat banjir, jadinya molor sampai empat jam lebih. Padahal itu sudah mengambil alternatif jalan pintas,” urainya.

Pada akhirnya, mereka terpaksa harus merelakan tiket tersebut hangus, dan membeli tiket baru dengan jadwal pemberangkatan tanggal 18 November. “Kita akhirnya harus beli yang baru seharga limaratus riyal atau sekitar seribu pounds, karena tiket yang pertama sudah tidak bisa dipakai alias hangus,” tambah Islahuddin.

Dengan tiket kedua tersebut, mereka bisa berangkat dengan lancar dan tiba di bandara Kairo dengan selamat. Meskipun penundaan karena keterlambatan tersebut cukup disesalkan, namun mereka tetap bersyukur akhirnya bisa menjejakkan kaki kembali di bumi kinanah serta dapat berbagi canda tawa dengan kawan-kawan yang sudah lama menantikan kedatangan mereka. (kim)

Our Agenda

Rihlah Maktabah
“Menelusuri Jejak Pustaka, Mendobrak Batas-batas Cakrawala”
Hari : Senin, 24 November 2014
Waktu: 08.30 Clt-selesai
Tempat : Maktabah Al-Azhar, Dar el-Kutub el Mishriyah, Qohiroh Kubra, IIIT, Misr Ammah
Status: Khusus teman-teman baru KSW, WSC, SMW

KMC
“Khatulistiwa Monthly Cafe”
Hari : Coming Soon
Waktu: Coming Soon
Tempat : Auditorium Griya Jateng
Status: Untuk umum

Tentang admin

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …