Home / Uncategorised / Gobe: “Masisir Back to Azhar, Campus, Organisasi”

Gobe: “Masisir Back to Azhar, Campus, Organisasi”

Kairo, kswmesir.org (2/9) Belum lama sejak PPMI memulai kehidupan baru dengan dilantiknya presiden baru, Abdul Ghofur Mahmudin. Sudah barang tentu, presiden baru ini memiliki perbedaan dengan presiden-presiden sebelumnya, baik itu program kerja, maupun hal-hal lainnya. Simak wawancara tim web kswmesir.org dengan Gobe berikut ini:

Dari sekian banyak kesibukan Anda dan PPMI, kira-kira akan fokus ke mana dulu?

Begini, dalam dekat-dekat ini kami ada beberapa agenda, di antaranya:
1. Menguatkan internal terlebih dahulu, dalam hal ini kabinet PPMI. Kalau sudah kuat di internal, kita akan lebih mudah untuk menjalankan program-program kita.
2. Sinergisitas antar lembaga, baik itu MPA, BPA, tiap-tiap kekeluargaan, termasuk Wihdah dan semua elemen yang ada di Masisir.
3. Persiapan program-program besar yang akan kita adakan. Kita sudah merencanakan kegiatan untuk satu termin sampai sekitar bulan November, antara lain:
– Mempersiapkan Ormaba.
– Masisir berqurban.
– Shalat Idul Adha.
– Pelaksanaan wisuda.
– Healthy day.
– Daurah ilmiah.
– PON (Pekan Olahraga Nasional)
Itu program kami jangka panjang untuk satu termin ke depan. Kalau dekat-dekat ini ya mempersiapkan Ormaba, perihal idul adha dan wisuda.
Kemarin waktu saya bilang di visi misi itu, kami akan fokus pada program besar untuk seluruh Masisir. Kalau ada program-program kecil kami serahkan pada kekeluargaan dan PPMI siap mendukung.

Sebagai presiden tentu mengamati fenomena yang terjadi di Masisir. Kira-kira isu hangat Masisir akhir-akhir ini apa?

Isu yang hangat, kalau Masisir sih sekarang adem ayem.
Tapi kalau isu secara umum ya obrolan tentang anak-anak baru yang mau datang dan wisuda. Yang saya lihat seperti itu.

Aman-aman saja berarti ya?
Yah, alhamdulillah saya lihat aman-aman saja.

Kemarin kan ada beberapa oknum berbicara bahwa Masisir ini sudah pecah dan menjadi berkubu-kubu. Pendapat Anda pribadi bagaimana terkait hal itu?

Kalau saya melihatnya begini, setiap orang kan punya pendapat. Setiap orang juga punya masukan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Sah-sah aja karena itu bagian dari dinamika. Dan itu sangat berguna untuk mewarnai Masisir. Asik saja.

Jadi, Masisir sebenarnya pecah atau tidak?

Masisir saya rasa aman-aman saja. Suasana kondusif. Kalau memang ada perpecahan, Masisir yang mana? Oknum-oknum yang bilang Masisir pecah jangan dikasih panggung, biar mereka tidak perlu unjuk gigi lagi.

Apakah kinerja PPMI terganggu dengan hal tersebut?

Sejauh ini belum terganggu. Kami nyaman-nyaman saja. Adapun kalau harus diselesaikan, bisa kita selesaikan. Saya hanya menjalankan sesuai AD/ART dan undang-undang yang ada. Kami independen, kami tidak mempunyai kepentingan apapun. Dan kami tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Kepentingan buat Masisir akan selalu kami perjuangkan.

Jargon Anda sekarang “Terdepan Memperjuangkan”. Implementasi nyatanya seperti apa?

Implementasi nyata kami, di antaranya:

1. Ketika kami menyukseskan program-program besar, itu kami termasuk melakukan sesuatu untuk Masisir. Demi kebaikan Masisir selalu diperjuangkan, namun tetap sesuai prosedur.
2. Sebagai presiden saya akan merangkul dan mengayomi semua elemen tapi tetep sesuai prosedur juga. Kita tidak bisa memaksakan kehendak.
3. Dalam memperjuangkan kami juga butuh dukungan dari kawan-kawan semua. Tentu saja dibutuhkan rasa memiliki PPMI di hati setiap Masisir. Maka perlu sekali adanya penyatuan Masisir secara emosional.

Itu tadi terkait menyatukan emosional Masisir, kira-kira bagaimana caranya?

1. Ketika Ormaba akan kita optimalkan. Dan untuk anak baru, tahun pertama tidak boleh aktif organisasi dahulu.
2. Mengundang tokoh-tokoh yang sukses lahir dari organisasi dan menggaungkannya ke Masisir.
3. Untuk rasa memiliki PPMI harus dimulai dari rasa memiliki almamater dan kekeluargaan terlebih dahulu.
4. Butuh penguatan antar kelembagaan.

Ada gebrakan yang ingin dilakukan untuk Masisir?

Kami ingin menyukseskan beberapa gerakan, di antaranya:
1. Back to Azhar, dalam hal ini mendekatkan secara kelembagaan PPMI Mesir terhadap     masyayikh dan ulama.
2. Back to Campus, dalam artian kita berkomitmen bahwa tidak akan ada kegiatan yang berbenturan dengan waktu kuliah. Tentu saja agar kawan-kawan Masisir lebih sering hadir dalam muhadarah di kuliah.
3. Back to Organisasi. Kita boleh sibuk dalam bidang akademis, tapi kita jangan sampai mereduksi organisasi. Kita hidupkan serta tanamkan bahwa organisasi itu sangat penting, terlebih untuk bersosialisasi dan membentuk karakteristik seseorang.

Mahasiswa ideal yaitu yang bisa mengkombinasikan antara akademisi, prestasi dan organisasi. Itu menurut saya.

Makanya kita adakan 3 gerakan itu untuk agenda ke depan kita. Semuanya itu penting. Dan saya harap tahun ini menjadi tahunnya Masisir untuk berkarya.
Mungkin kita bisa adakan lomba tingkat internasional antara PPI seluruh dunia. Tapi itu nanti, jangka panjang.

Jadi Anda optimis kalau semuanya bisa berjalan lancar?

Saya optimis jika semua bisa membantu dan ini bukan hanya tugas presiden. Kalau kita sudah bersatu, kita bisa menyukseskan 3 gerakan ini.

Apa harapan buat Masisir?

Harapan saya buat Masisir mungkin,
1. Memohon doa dari seluruh Masisir agar diberi kekuatan, kesadaran dan istiqomah dalam mengemban amanat ini.
2. Presidan dan PPMI tidak akan ada dan menjadi apa-apa tanpa bantuan seluruh Masisir.
3. Mari kita cintai Masisir, dan mari kita berkarya.
Kalau saya salah maafkan dan bantu perbaiki. Kalau saya benar, maka tolong saya dibela. Jangan dibiarkan.
(pandu/kaha/am)

Tentang admin

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …