Home / KSW NEWS / Imdad Azizy: Kami Bercita-cita Membangun Peradaban Mahasiswa Ideal

Imdad Azizy: Kami Bercita-cita Membangun Peradaban Mahasiswa Ideal

Kairo, kswmesir.org (15/10) Jelang hari wisuda yang dijadwalkan akan terlaksana pada tanggal 20 bulan ini, itu berarti juga bahwa ajang penganugerahan paling bergengsi di kancah Masisir tinggal menunggu hitungan jari. Setelah bertahun- tahun terakhir PPMI Award memberikan sebanyak 8 nominasi, untuk tahun ini PPMI Award hadir dengan 10 nominasi dan dengan konsep yang lebih segar.

“Tahun ini, kami menghadirkan 2 kategori baru dalam nominasi PPMI Award yaitu kategori media terbaik dan juga organisasi afiliatif terbaik. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi bagi kawan-kawan Masisir semua agar semakin aktif dan memaksimalkan gerak di bidangnya masing-masing,” papar Imdad Azizy, koordinator tim penilai PPMI Award tahun 2015.

Peraih Nominasi PPMI Award Tahun 2014

  • Kategori pelajar terbaik : Rahmawati
  • Kategori mahasiswa/i tingkat 1 terbaik : Maulidatul Hifziah Malik
  • Kategori mahasiswa/i tingkat 2 terbaik : Agung Saputro
  • Kategori mahasiswa/i tingkat 3 terbaik : Iqbal Askia
  • Kategori wisudawan/ti terbaik : Andi Zamaksari
  • Kategori DPD terbaik : DPD Zagazig
  • Kategori almamater terbaik : IKPM
  • Kategori senat mahasiswa terbaik : Senat FBA (Fakultas Bahasa Arab)
  • Kategori kekeluargaan terbaik : KPJ (Keluarga Pelajar Jakarta)

Prosedur Penilaian PPMI Award

Menurut Imdad, nama-nama yang masuk sebagai kandidat peraih nominasi PPMI Award bukan serta merta dimasukkan begitu saja oleh tim penilai. Nama-nama yang masuk ke dalam daftar sudah melalui berbagai macam prosedur. Berikut prosedur masuknya nama hingga proses penilaian:

Pertama, tiap organisasi kekeluargaan, senat, DPD ataupun almamater mengumpulkan data keanggotaan beserta prestasi organisasinya untuk kemudian diserahkan kepada tim penilai.

Kedua, tim penilai kemudian akan menyaring nama-nama yang sekiranya layak untuk masuk menjadi kandidat pelajar dan mahasiswa terbaik dengan standar nilai minimal jayyid.

Ketiga, tim penilai berhak memasukkan nama-nama yang dianggap layak untuk masuk ke dalam nominasi pelajar ataupun mahasiswa terbaik, meski nama tersebut tidak dikirim oleh kekeluargaan ataupun organisasi-organisasi lainnya.

Keempat, penilaian akan dilakukan dengan perhitungan dua aspek utama yaitu akademi dan organisasi. Selanjutnya penilaian dilanjutkan dengan memberikan poin untuk setiap kegiatan ekstrakulikuler dan kepanitiaan yang diikuti oleh kandidat nominator. Tim penilai kemudian mengonsep hal tersebut sedemikian rupa sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan lebih mudah.

Yang Baru dari PPMI Award 2015

Selain menghadirkan 2 kategori baru yaitu media terbaik dan afiliatif terbaik, PPMI Award tahun ini juga memiliki konsep baru dalam proses penilaian. Setelah bertahun-tahun sebelumnya penilaian yang dilakukan hanya menggunakan aspek nilai akademis, PPMI Award tahun ini memasukkan aspek keaktifan berorganisasi dan ekstrakulikuler sebagai indikator penilaian.

“Kami tim penilai menimbang perlunya membentuk suatu konsep agar dapat menghidupkan gairah berorganisasi dan tetap semangat dalam studi. Intinya, kami punya cita cita yaitu membangun peradaban mahasiswa ideal; organisasi yes, kuliah oke,” tutur Imdad saat diwawancara mengenai hal yang mendasari sistem penilaian baru tersebut.

Menurut Imdad, langkah awal yang diambil untuk membangun peradaban mahasiswa ideal ini dapat dimulai dalam ajang PPMI Award dalam acara wisuda tanggal 20 mendatang. Mengingat bahwa wisuda merupakan salah satu perhelatan akbar tahunan Masisir. Diharapkan dalam prosesi wisuda nanti, orang bakal menyaksikan bahwa ternyata seorang organisatoris pun tidak menutup kemungkinan untuk menjadi mahasiswa terbaik

“Tentunya kita semua tahu, bahwa studi itu penting. Tapi kita perlu disadarkan bahwa organisasi juga tidak kalah penting. Studi dan organisasi merupakan dua instrumen penting dan saling mendukung satu sama lain. Maka dari itu, kita mulai peradaban mahasiswa ideal dari sini,” ungkap Imdad. (am)

 

 

Lihat Juga

Mahasiswa Al Azhar Asal Banyumas Raih Gelar Magister Dengan Predikat Mumtaz

Mahasiswa Asal Banyumas, Antoni Oktavian, resmi menyandang gelar Magister Universitas Al Azhar dengan predikat mumtaz, …