Home / Uncategorised / Kamu Akan Menjawab Apa?

Kamu Akan Menjawab Apa?

 

Bagaimana kau merasa telah shalat, padahal
perbuatan keji dan mungkar masih saja kau
jalani

Bagaimana kau merasa telah berpuasa,
padahal kau hanya memikirkan lapar
dan dahaga saja, tapi kau tidak merasakan
kenikmatan mendekat kepada-Nya

Bagaimana kau bercita-cita ingin menjadi
‘Keluarga Spesial-Nya’, padahal al-Quran saja
tak pernah kau sentuh, apalah lagi
membacanya, mentadaburinya, dan
mengamalkannya

Bagaimana kau bercita-cita ingin dipanggil haji
ke Rumah-Nya, padahal panggilan adzan saja
kau abaikan

Bagaimana kau merasa ikhlas beribadah
kepada-Nya, padahal hatimu selalu
mengharapkan pujian dan sanjungan dari
manusia

Bagaimana kau merasa telah bersyukur
kepada-Nya, padahal syukurmu hanya di mulut
saja, tapi hatimu mengingkarinya

Bagaimana kau merasa paling bertaqwa
kepada-Nya, padahal hanya Dia yang tahu
tingkat ketaqwaan hamba-Nya

Bagaimana kau merasa telah berserah diri
kepada-Nya, padahal kau selalu berpaling dari
ketentuan dan takdir-Nya

Bagaimana kau merasa selalu ber-dzikir
kepada-Nya, padahal hatimu sudah terlalu
lama lalai untuk memikirkan kebesaran dzat-
Nya

Bagaimana kau merasa telah ber- ‘uzlah dan
‘menyepi’ beribadah di hadapan-Nya, padahal
hatimu selalu ramai dengan makhluk-Nya

Bagaimana kau merasa sebagai umat Nabi
saw., padahal kau selalu menjauh dari sunah
dan akhlak beliau saw.

Bagaimana kau merasa dekat dengan-Nya,
padahal kau selalu menuruti nafsumu untuk
berlari meninggalkan-Nya

Bagaimana kau merasa telah berjihad, padahal
kau tidak pernah memerangi nafsumu untuk
menghindar dari maksiat kepada-Nya

Bagaimana kau merasa bertuhan kepada-Nya,
padahal kau selalu menuhankan dunia dan
segala isinya

Bagaimana kau merasa bertawakkal kepada-
Nya, padahal kau selalu menggantungkan
hidupmu terhadap dunia

Bagaimana kau merasa mencintai Allah,
padahal hatimu telah dipenuhi dengan cinta
dunia

Bagaimana kau merasa khusyu’ beribadah
kepada-Nya, padahal hatimu selalu sibuk
memikirkan dunia

Bagaimana kau merasa telah zuhud terhadap
dunia, padahal hatimu selalu tertarik mengejar
kekayaan dunia

Bagaimana kau merasa telah meng-agungkan-
Nya, padahal kau selalu me-mahabesarkan
dunia

Bagaimana kau merasa paling kaya, padahal
jiwamu sangat miskin, bahkan lebih parah dari
miskin

Bagaimana kau merasa bangga dengan
kekayaan dunia, padahal ia hanya titipan dari-
Nya

Bagaimana kau merasa pantas sombong di
dunia, padahal kesombongan adalah pakaian-
Nya

Bagaimana kau merasa pencari ilmu yang
sejati, padahal kau hanya mengharapkan
selembar ijazah dan sederet gelar semata

Bagaimana kau merasa telah merahasiakan
dosa dan maksiat, padahal Dia Maha
Mengetahui segala-galanya

Bagaimana kau mengharapkan taman surga-
Nya di akhirat kelak, padahal ‘taman surga’
dunia saja kau selalu menghindar darinya

Bagaimana kau merasa pantas masuk ke
surga-Nya, Abu Nawas saja merasa tak
pantas, apalagi kau yang selalu bermaksiat dan
mendurhkai-Nya

Bagaimana kau merasa cerdas, padahal kau
selalu menghindar dari mengingat mati, apatah
lagi beramal untuk bekal menghadap-Nya

Bagaimana kau merasa aman hidup di dunia,
padahal Malaikat Maut selalu mengintaimu,
kapan saja di mana saja

oleh: Samsul Arifin

Tentang admin

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …