Home / Uncategorised / Kasus Perampokan Kembali Menimpa Masisir

Kasus Perampokan Kembali Menimpa Masisir

Kairo (5/11) Seakan tak mau ketinggalan dengan kondisi cuaca di Mesir yang semakin dingin mencekam, kondisi keamanan di negeri kinanah-pun demikian. Memasuki musim dingin, tindak kriminalitas semakin meningkat. Dalam seminggu terakhir, telah terjadi dua peristiwa perampokan yang menimpa Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir).

Minggu lalu, muncul kabar salah satu anggota KSW (Kelompok Studi Walisongo) hendak dirampok dalam mobil tramco. Setelahnya, mucul kabar ada rumah Masisir yang dirampok, di daerah mutsallas. Kemudian yang terbaru, Senin (3/11/2014) kemarin, ada salah satu masisir yang dirampok ketika mengemudi mobil di daerah Gamik, Hayyu ‘Asyir, Madinah Nasr.

Kemarin, salah satu kru dari Web KSW mendapati info dari seorang saksi, Aan Amiruddin Prima. Dari keterangan saksi, didapati info bahwa korban bernama Bachtiar, selanjutnya saksimenuturkan bahwa perampokan terjadi di daerah gamik. “Kemarin ada salah satu masisir yang dirampok orang Mesir di daerah Gamik, tepatnya di belakang IKPM,” tutur Aan mengawali ceritanya.

“Korban mengemudi mobil matic Avanza yang dipinjam (disewa –red) dari Bang Fadli, kemudian di tengah jalan ada orang Mesir yang tiba-tiba menghadang, lalu memintanya untuk turun dari mobil Korban pun menuruti permintaan tersebut. Seketika setelah turun dari mobil, korban dihantam dari belakang oleh pelaku, ia pun tersungkur. Segera setelahnya, pelaku membawa kabur mobil beserta tas korban yang ada di dalamnya,” terang Aan panjang lebar.

Tak hanya merampok barang korban, pelaku juga membawa kabur mobil sewaan tersebut. Belakangan diketahui, mobil ditemukan di daerah Bawwabat dengan kondisi yang cukup ringsek, setelah menabrak mobil Terios, dan menyerempet mobil KIA. “Tak ada yang tahu mobil dibawa kemana sampai ada orang yang menelpon Bang Fadli (sang pemilik mobil-red) bilang bahwa mobil Bang Fadli ada di daerahBawwabat dengan kondisi bobrok,” demikian Aan meneruskan ceritanya.

Ditemukannya mobil dengan kondisi demikian, justru memunculkan permasalahan baru. Para pemilik mobil yang mobilnya penyok akibat ditabrak mobil Bang Fadli itu meminta ganti rugi. “Orang Mesir yang punya mobil itu menuntut ganti rugi pada Bang Fadli. Mereka tak mau tahu siapa yang mengemudikan mobil tersebut, dan mengapa mobil tersebut bisa berada disitu dalam keadaan demikian. Awalnya mereka meminta ganti rugi sebanyak 16 ribu junaih. Namun setelah negoisasi yang cukup alot, mereka bersedia menurunkannya hingga 8 ribu junaih saja. Namun Bang Fadli tetap menolaknya, dikarenakan orang yang menabrak bukanlah dirinya,”bebernya menambahi.

Masalah berlanjut hingga akhirnya ditangani polisi. Bang Fadli-pun dibawa ke pengadilan karena dirinya tak mau mengganti rugi. Di Persidangan, Hakim memutuskan Bang Fadli bersalah dan harus mengganti rugi kepada pemilik mobil yang ditabrak.”Bang Fadli tetap dinyatakan bersalah dan harus mengganti rugi sebesar 6 ribu junaih. Tapi ganti rugi itu tak sepenuhnya ditanggung Bang Fadli, akan tetapi dibebankan kepada si korban, mengingat korbanlah yang menyewa mobil kepunyaanya hingga muncul masalah yang sedemikian rumit,”pungkasnya.

Mobil memang akhirnya ditemukan, itupun dengan kondisi yang mengenaskan, karena penyok sana sini, belum lagi urusan dengan para pemilik mobil yang ditabrak hingga mengakibatkan kerusakan yang cukup berarti di beberapa bagian mobil. Namun hingga berita ini diturunkan, sang pelaku belum juga ditemukan, berikut barang yang berhasil dia rampok dari korban.

Hingga sejauh ini, kru Web KSW belum berhasil meminta keterangan lebih lanjut kepada korban. Yang jelas kita semua tentu berharap, pelaku segera ditemukan dan permasalah yang menimpa Bang Fadli segera terselesaikan. (MUNNiR)

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …