Home / ؞ Opini / Kemacetan Baru di Hayy Tsamin dan Hayy ‘Asyir

Kemacetan Baru di Hayy Tsamin dan Hayy ‘Asyir

Sekitar setengah tahun yang lalu, rel kereta tak terpakai masih menengahi sepanjang jalan Musthafa an-Nuhas dan jalan daerah Tabbah di Hayy ‘Asyir yang berhubungan di masing-masing ujung kedua jalan tersebut dengan bertemu pada sebuah pertigaan depan pasar Tabbah. Adanya rel kereta tersebut tentu mempersempit jalan utama dan membuat macet berkepanjangan di jam-jam sibuk, bahkan hampir sepanjang hari dan malam, khususnya di daerah Hayy Tsamin, pertigaan Awal Makrom dan setiap pertigaan atau perempatan lain di sepanjang Musthafa an-Nuhas hingga pertigaan Tabah. Bahkan jalan ini termasuk jalur bis 80 yang jadi incaran utama mahasiswa Azhar karena melalui kampus pusat di Hayy Sadis dan bertujuan akhir di Darrasah, kampus-kampus khusus fakultas keagamaan yang dekat dengan Masjid Azhar. Tentu setiap Masisir merasakan kepenatan yang berlebih terutama bagi yang tinggal di daerah Hayy Asyir, apalagi Tagammu’ Awwal di New Cairo. Bila beruntung dapat tempat duduk bisa melalui Jalan Musthafa Nuhas dengan tidur, lain halnya yang berdiri, maka bersabar adalah solusinya.

 Belum lama ini, pada pemerintahan baru dilaksanakan rekonstruksi besar-besaran tata kota di daerah Nasr City, entah tepat atau tidak peggunaan kata besar-besaran karena penulis hanya merasakan dan menyaksikannya di Pasar Madrasah Hayy Asyir, jalanan daerah Tabah dan kemudian jalanan Musthafa an-Nuhas hingga melewati Awwal Sabi’ sampai sebelum Kampus Azhar Putri. Khususnya perombakan jalan, setiap belokan diberi pembatas dan setiap perempatan besar ada traffic light-nya–yang meskipun tidak terlalu dipakai, sebab yang mengatur lampu merah dan hijau masih seorang polisi lalu lintas–kemudian rel kereta tak berfungsi ditengah jalan awalnya diratakan pembatasnya, kesannya seperti akan dilaskan jalannya untuk mengurangi kemacetan. Namun kemudian dibangun lagi pembatas yang baru, saya sempat mengira–dengan agak kecewa–tengah jalan yang tetap tidak diperluas itu hendak dijadikan kolam ikan untuk penghias kota. Lucu.

Kemudian saya keluar dari Mesir dan kembali bulan Oktober lalu, jalanan sudah tampak rapih. Perhatian saya tentunya ke jalan Musthafa an-Nuhas, penasaran bagaimana jadinya. Ternyata bagian tengah diaspal, dijadikan jalan juga, namun tetap dengan pembatas sehingga terkesan menjadi jalan besar tiga jalur. Setiap perempatan–yang sudah lebih rapih, hampir tidak ada mobil parkir menutupi belokan–ada plank besar biru dan baru, kalau dibahasakan ulang dengan sederhana plank tersebut berisi pemberitahuan bahwa jalur tengah adalah khusus untuk bis angkutan umum. Memang menjadi sangat lenggang dari sebelumnya, apalagi menaiki bis umum yang melalui jalur tengah serasa bebas hambatan kecuali pada perempatan mengantri jalan dengan kendaraan-kendaraan dari jalur tiga arah mata angin lainnya. Dan malaf, atau tikungan untuk berpindah jalur, diperluas, mungkin niatnya agar kendaraan-kendaraan dapat berlalu-lalang lebih leluasa dan tidak bertumpuk di malaf.

Nyatanya malah semakin banyak yang bertumpuk dibanding sebelumnya. Ketika berbelok di Manhal menuju Bawwabat, akan terasa seperti itu, terlebih ketika berbelok di penghujung Musthafa an-Nuhas menuju jalan Tabbah. Saat menjelang maghrib banyak sekali bis bertemu di situ, dari Hayy Tsamin, dari Asyir, dari Tabah, sehingga membutuhkan berjam-jam agar bis-bis yang saling memblokir jalan dapat terpisahkan. Terlebih supir-supir yang tidak mau saling mengalah memilih untuk turun dan cekcok sekenanya. Dan juga di pertigaan ‘Asyir yang merupakan muara dari jalanan Tabbah, malaf yang baru lebih luas dan langsung bertemu dengan Jalan Tabah sekaligus jalan keluar Halte Tram ‘Asyir ke New Cairo dari arah yang berlawanan.

Jadi, alangkah baiknya kita apresiasi usaha pemerintah Mesir memperbaiki keruwetan lalu lintas ini dengan lebih bersabar.

(Fadhilah R.)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Simposium dan Ide-Ide yang Kurang Cemerlang

Seperti sedang menonton film Batman vs Superman; Dawn of Justice bagi para penggemar DC Comics, …