Home / masisir / Komentar Pengajar Darul Lughoh Tentang Pembolosan Massal  

Komentar Pengajar Darul Lughoh Tentang Pembolosan Massal  

Kairo, kswmesir.org (07/11) Maraknya kasus pembolosan di kalangan pelajar Darul Lughoh akhir-akhir ini mengundang sejumlah komentar di kalangan pengajar Darul Lughoh sendiri. Sebagian ada yang tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, namun ada pula yang berkomentar sebaliknya, seperti komentar-komentar dibawah ini:

“Itu perbuatan yang tidak dibenarkan. Sungguh kalian bukan anak kecil lagi, karena belajar di markaz bersama guru dengan di rumah itu sangatlah berbeda,” kata Ustadz Ahmad Hajaj.

“Kalian sudah bisa membedakan mana yang lebih afdhal belajar di rumah atau datang ke markaz untuk belajar, karena bolos itu  resikonya kembali kepada pelakunya sendiri,” tegasnya menambahkan.

“Bagaimana kalian jauh-jauh datang dari Indonesia hanya untuk bolos? Itu masalah yang harus diperbaiki,” papar Ustadz Abu al-’Azm yang juga salah satu dewan pengajar di markaz lughah.

“Murid yang tidak masuk kelas tanpa sebab atau datang hanya untuk absen, berarti dia bukan seorang mujtahid. Itu juga bukan perilaku pelajar yang mencari ilmu dengan ikhlas,” tutur Ustadzah Marwah, salah satu pengajar kelas Mutawasith Tsani.

“Siapa yang melakukan itu? Siapapun yang melakukan hal tersebut, tidak seorangpun guru bisa menerima perilaku seperti itu,” tegas Ustadzah Nisrin, yang juga merupakan salah satu pengajar kelas Mutawasith Tsani.

Bolos memang biasa dan bukan suatu masalah yang besar bagi sebagian Masisir, tapi besar bagi para pengajar, khususnya para pengajar yang notabene merupakan penduduk asli Mesir. Para pengajar tersebut mengajar tidak sekedar mengajar, tetapi berusaha memahamkan semua murid tanpa membiarkan dan meninggalkan seorang murid pun. Jika sering bolos, murid dirugikan dan para pengajar sedih karena semua murid adalah tanggung jawabnya di kelas.

Salah satu contohnya adalah kekecewaan yang tampak sekali di wajah para pengajar tingkat Mutawasith Tsani, ketika sebagian anggota kelas membolos karena menghadiri wisuda kakak kelas mereka, Wisuda Kelulusan Al-Azhar 2014-2015 yang diadakan oleh PPMI. 

“Kalau mau bolos seharusnya kemarin izin dulu ke saya, seperti murid Malaysia yang mengurus visa serempak. Jadi kelas libur dan saya tidak usah mengulang pelajaran lagi. Karena kalian yang absen tidak izin saya, jadi besok tidak ada pengulangan pelajaran dan yang saya ajarkan hari ini materi-materi yang tidak begitu berat, sehingga mereka yang absen bisa memahaminya sendiri,” tegas Ustadzah Nisrin dengan kecewa, tetapi juga merasa bertanggungjawab.

“Jadi mereka absen karena menghadiri wisuda Mahasiswa Al-Azhar yang lulus tahun ini, sedangkan mereka tidak ikut diwisuda? Sungguh mereka rugi karena mengorbankan pelajaran demi perayaan orang lain, sedangkan mereka tidak memperhatikan kelulusan mereka sendiri,” sesal Ustadzah Marwah.

Mengenai perizinan, menurut sebagian murid mereka sudah mencoba izin di hari sebelumnya. Tetapi kenyataannya tetap tidak memperoleh izin, karena mungkin harus melobi mudir langsung. Begitulah al-Azhar dengan segala ketidakpastiannya. Dan sebagai pelajar, kita memang harus pintar-pintar memilih dan memprioritaskan mana yang lebih baik dan tidak merugikan. Wallahu a’lamu bi al-showaab. (cil)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …