Berita Terkini
Home / KSW NEWS / Konsep Baru, Khatulistiwa Siap Berikan Gebrakan

Konsep Baru, Khatulistiwa Siap Berikan Gebrakan


Kairo, kswmesir.org (19/10) – Khatulistiwa, kontes musik terakbar se-Masisir yang rutin diadakan tiap tahunnya akan segera digelar. Bertempat di Hadiqah Dauliyah International Park Music Hall, para pegiat musik Masisir siap unjuk gigi di panggung bergengsi ini. Menurut agenda, acara ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Oktober 2015.

Khatulistiwa tahun ini merupakan Khatulistiwa ke-7, terhitung sejak mulai diadakannya yaitu pada tahun 2009. Pada saat revolusi yaitu pada tahun 2011, kontes ini sempat ditiadakan.

Menurut Nanang Pahlevi, ketua panitia Khatulistiwa, pada pagelaran ke-7 kali ini, Khatulistiwa siap menampilkan sesuatu yang berbeda.

“Biasanya kami menampilkan semua band yang mau tampil, dalam artian siapa saja yangau tampil, silahkan. Hanya saja kali ini, kami berani menamakan ini sebagak konser musik. Perbedaannya, Khatulistiwa tahun-tahun lalu itu seperti ajang musik, bukan konser. Untuk tahun ini hanya ada 3 band yang akan tampil, yaitu band kolaborasi Masisir, Band Mesir dan Dangdut,” ujar Nanang saat dimintai keterangan.

Selain konsep yang berbeda, panitia juga mengusung misi yang berbeda. Jika sebelumnya Khatulistiwa ditargetkan cukup untuk dinikmati kalangan Masisir saja, untuk tahun ini panitia memiliki target lebih. Mereka berharap supaya Khatulistiwa dapat menjadi sebuah konser semi-profesional.

“Kami menargetkan untuk Khatulistiwa kali ini bukan sekedar memberi hiburan, namun juga menjadi ajang pengenalan budaya Indonesia. Kita akan coba mengangkat budaya Indonesia dengan ini, khususnya dalam bidang musik. Jadi nantinya yang nonton bukan hanya orang Indonesia saja. Kita akan lebih menggencarkan publikasi supaya tidak hanya orang Indonesia yang tahu. Misi kami yaitu mengharumkan nama Indonesia dengan ini,” papar Nanang saat dikonfirmasi.(zizou)

 

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …