Home / KSW NEWS / ALMAMATER / Kritik dan Saran (1) “Dari KMF Untuk KSW”

Kritik dan Saran (1) “Dari KMF Untuk KSW”

Kami dari KMF (Keluarga Mathali’ul Falah) cabang Mesir, ingin mengutarakan apa yang selama ini menjadi unek-unek kami, dan sekaligus mengapresiasi program-program kerja yang telah dilakukan oleh KSW dengan semaksimal mungkin.

Keberadaan KSW Dimata Anggota

Tidak dapat dipungkiri, bahwa KSW merupakan organisasi kemahasiswaan yang mengurusi dan memberdayakan segala lini kehidupan masisir, khususnya warga JATENG. Maka dibentuklah struktur-struktur keorganisasian, yang dapat menjalankan tugas yang telah dimandatkan. Akan tetapi penilaian keberadaan KSW ditengah-tengah warga akan menentukan sekali pandangan warga kepada KSW. Apakah ia (warga) berhasil membumikan anggapan “KSW milik kita bersama” kedalam diri masing-masing anggota ataukah sebaliknya?

Kita menjadi bertanya-tanya, apakah sebenarnya arti pembumian “KSW milik kita bersama”, apakah ia sebatas simbol tak bergerak, yang terpatri dibenak anggotanya? Ataukah diartikan sebagai rumah yang harus ramai, ada suara gaduh -dikarenakan ada semacam kegiatan-kegiatan, baik mengarah kepositivan atau malah sebaliknya-, yang penting didalamnya ada banyak yang mengunjunginya.

Jadi memahami arti sebenarnya ke-KSWan, diserahkan kepada anggota masing-masing. Karena mereka mempunyai pertimbangan berbeda antara yang satu dan lain. Tapi akan menjadi naif lagi, bila mana ada anggota yang tidak satu helaipun menyumbangkan -baik tenaga, fikiran- untuk kemajuan dan perkembangan KSW.

Disini peran KSW, membuka semua uluran tangan dari setiap anggota dan merangkul semua anggota, lebih-lebih melibatkan mereka dalam semua rapat. Dengan misalnya mengundang ketua almamater-almamater lembaga yang berada dibawah naungan KSW. Ini mungkin akan sedikit banyak merubah mental ego mereka yang asalnya hanya menganggap KSW hanyalah sebagai simbol, kepada pemahaman yang lebih kompleks tentang arti ke-KSW-an.

Fungsi Kelembagaan Sebagai Wadah Pengelola Kreatifitas Keekonomian.

Kami disini tidak akan menyoroti fungsi KSW yang sudah lazim diketahui. Akan tetapi, pembahasan apapun fungsinya -baik itu berupa kegiatan-kegiatan, maupun yang berorientasi kepada ke-arah sosial dll.- pasti butuh ditopang oleh ekonomi yang mapan. Selama ini KSW hanya mengandalkan keuangannya dari hasil iuran TEMUS, dan sedikit banyak dapat bantuan dari pihak-pihak luar. Diluar itu semua, kami berharap ada semacam ekonomi kreatif dari KSW tersendiri, meskipun hanya sebatas industri kecil-kecilan. Ini bisa diwujudkan, misalnya dengan membentuk seksi industri kreatif. Selain bisa menopang -walaupun sedikit- keuangan KSW, hal ini bisa sebagai wadah untuk mengembangkan kretifitas anggota dalam sektor keekonomian.

Tak lupa diakhir tulisan ini, kami tak henti-hentinya mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pelaksana program-progam KSW, atas sumbangsih mereka, kesunggguhan mereka untuk semata-mata menjadikan KSW “Milik Kita Bersama.”

Comments

comments

Lihat Juga

Mulai Manuver Politik di Markas Besar, Ja’far Tanpa Koalisi?

Kairo, kswmesir.org- (4/8) Kandidat calon ketua KSW, Ja’far Shodiq Rahman, mulai bergerak cepat menjelang H-4 bursa …