Home / masisir / Lauti Nia : “Untuk SK Penggantian (Atdik) Sendiri Memang Belum Ada”

Lauti Nia : “Untuk SK Penggantian (Atdik) Sendiri Memang Belum Ada”

Kairo, kswmesir.org (13/8) Pasca adanya penurunan Atase Pendidikan KBRI Kairo oleh mahasiswa melalui aksi damai selama dua hari, (26/7) dan (28/7), sampai saat ini kejelasan surat keputusan (SK) penggantian Dr. Fahmy Lukman, M.Hum., belum juga diumumkan.

Selain itu, beberapa hari yang lalu sebuah foto pertemuan Atdik beredar di dunia maya. Foto pertemuan para atase pendidikan Indonesia di luar negeri tersebut berlangsung di Batam, 4-7 Agustus 2015. (Lihat sumber).

Beberapa orang yang ikut dalam aksi penurunan Fahmy Lukman merasa dibohongi dengan adanya foto tersebut, dan mereka menilai sudah dipermaikan.

“Kita sudah berapa kali (mengajak -red) untuk minindak lanjut masalah ini (penurunan atdik -red), dan kalau emang ini betul-betul terjadi, kita sudah dipermainkan dan dibohongi,” ujar akun Fadli Pjf dalam sebuah komentar di jejaring sosial Facebook.

Dalam sebuah kesempatan saat diwawancarai kswmesir.org, Lauti Nia Astri Sutedja, selaku Fungsi Pensosbud KBRI Kairo menjelaskan, Surat Keputusan  penggantian Fahmy Lukman memang belum ada.

“Untuk SK penggantian sendiri memang belum ada, butuh waktu sekitar tujuh bulan, karena semua mekanisme yang menentukan dari Jakarta. Kita (KBRI Kairo -red) hanya sebagai operator,” ujar Lauti Nia saat ditemui di ruang kerjanya.

Tidak hanya itu saja, Nia juga membeberkan bahwa dirinya dulu ketika dipindah-tugaskan dari Adag (Atase Perdagangan) ke fungsi ekonomi KBRI Kairo juga membutuhkan waktu kurang lebih tujuh bulan.

“Jadi waktu itu, saya dipindahkan dari Adag ke ekonomi dan untuk SK sendiri (SK pemindahan -red) memerlukan waktu tujuh bulan. Terhitung sejak Maret ditugaskan, Oktober SK-nya baru keluar,” jelas Nia.

“Tapi yang jelas semua tugas perihal kemahasiswaan sepenuhnya sudah dilimpahkan ke saya, bukan lagi oleh Atdik, karena Atdik itu kan dibawah Pensosbud.”

Ditanya perihal kapan tim investigasi dari Kemdikbud akan diturunkan, Nia tidak bisa menjawab panjang lebar karena semua itu ditentukan dari Jakarta.

“KBRI dalam hal ini hanya sebagai operator, untuk lebih jelasnya bisa tanya ke Kemdikbud. Kita setiap hari selalu bertanya ke Jakarta, tapi ya itu lagi-lagi semua kebijakan dari Jakarta.”

Nia hanya menjelasakan, ketika tim investigasi datang, semua penjelasan harus berlandaskan fakta, baik dari mahasiswa maupun yang bersangkutan.

Di akhir wawancara, Lauti Nia Astri Sutedja juga mengajak seluruh mahasiswa maupun WNI untuk meramaikan lomba menyambut hari kemerdekaan RI ke-70. (6)

10005.jpg

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …