Home / E-RPA / Berita RPA / LSS TERINDIKASI PENCITRAAN?

LSS TERINDIKASI PENCITRAAN?

Kredibilitas Lembaga Survei Soesalit atau LSS kembali dipertanyakan. Pasalnya, banyak statement dan survei yang dinilai tidak seimbang dan terkesan memihak kubu tertentu. Mungkinkah LSS hanya menjadi “alat” kampanye terselubung, yang hadir dalam bentuk instansi independen, namun ternyata ditumpangi banyak kepentingan? Yang jelas, pro dan kontra semakin mencuat, terutama pasca LSS menyebarkan selebaran yang berisi tentang kriteria yang dinilai patut untuk calon nahkoda KSW. Selebaran itu disebut-sebut tidak valid dan hanya bertujuan untuk mengarahkan opini publik akan sosok tertentu, dengan spesifikasi yang tertera dalam pernyataan selebaran tersebut.

Selain itu, tersiar pula isu miring yang menyatakan bahwa LSS telah menekan dan menyetir salah seorang pengamat politik kenamaan asal Semarang, Prop. M. Ne Manja Asfari, PHp.go.id., dalam sebuah wawancara, beberapa waktu lalu. Asfari sendiri hanya mengaku “diarahkan” oleh salah satu lembaga, demi melambungkan nama salah seorang petinggi lembaga tersebut.

“Ada salah satu lembaga yang menginginkan kader terbaiknya melejit, dengan cara membuat opini dan ‘solek nama’ untuk kader tersebut”. Namun ketika ditanya lembaga mana yang melakukan, Asfari hanya tersenyum, “ya pokoknya ada”, jawabnya singkat. Pernyataan tersebut sontak membuat warga meraba-raba dan membuat kesimpulan sendiri bahwa yang dimaksud Asfari adalah LSS.

Ulin Saifullah, selaku direktur utama LSS, hingga saat ini belum bersedia memberikan klarifikasi soal tuduhan-tuduhan itu. Wakil ketua KSW ini berdalih masih sibuk dengan pengerjaan berkas-berkas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk kepengurusan tahun ini. Namun, dia memastikan akan mengeluarkan penjelasan dan klarifikasi resmi, jika sudah memungkinkan.

Seperti diketahui, Ulin adalah salah satu kandidat terkuat untuk memegang tampuk kepemimpinan KSW periode depan, karena ialah yang paling paham soal seluk beluk keadaan, situasi dan kondisi KSW, dan yang masih memungkinkan untuk maju, mengingat Rosyad Sudrajad tidak mungkin bisa lagi mencalonkan dirinya. Namun, jika tuduhan warga menyoal LSS ternyata benar, tentu hal tersebut akan menjadi boomerang bagi Ulin, karena warga pasti menginginkan cara-cara kampanye yang fair play.

Well, benarkah LSS hanya sebagai media pencitraan, atau benar-benar hadir sebagai pembanding yang kredibel? kita tunggu klarifikasinya.

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahdi Come Back !

Kairo, kswmesir.org – (4/3) Pesta demokrasi KSW sudah di depan mata, terlihat dari semakin sibuknya …