Home / Uncategorised / Menilik Kabar Senat Mahasiswa

Menilik Kabar Senat Mahasiswa

Kairo, kswmesir.org (9/12) — Senat merupakan salah satu organisasi yang memiliki peran penting dalam dinamika keorganisasian mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa di Indonesia, mahasiswa Indonesia di Mesir juga memiliki organisasi senatnya sendiri.

Lalu, apa kabar senat Masisir hari ini?
Menurut Mas Aria Mohammad Okto selaku ketua Forsema (Forum Senat Mahasiswa), tahun ini senat kembali hadir dengan formasi lengkap yaitu 6 organisasi senat. Setelah sebelumnya FSQ (Fakultas Syariah wal Qanun) vakum selama 2 tahun, dan FU (Fakultas Ushuluddin) vakum selama 1 tahun.

Berikut petikan wawancara tim web kswmesir.org dengan Mas Aria Mohammad Okto, ketua senat FBA (Fakultas Bahasa Arab) yang sekaligus menjabat sebagai ketua Forsema:

Menurut Anda sebagai ketua Forsema yang menaungi seluruh senat di Masisir, sejauh ini, ada kabar apa tentang senat mahasiswa?

Alhamdulillah tahun ini senat kembali hadir dengan formasi lengkap 6 senat yaitu FBA (Fakultas Bahasa Arab), FSI (Fakultas Syariah Islamiyyah), FU (Fakultas Ushuludin), FDI (Fakultas Dirasat Islamiyyah), FDAI (Fakultas Dakwah Islamiyyah), dan FSQ (Fakultas Syariah wal Qanun) setelah sebelumnya FSQ sempat vakum selama 2 tahun dan FU vakum selama setahun.

Kalau dari internal senat mahasiswa sendiri, saya sebagai ketua Forsema menghimbau kepada para ketua senat agar tidak terlalu berpikir untuk mengadakan banyak kegiatan. Supaya mereka lebih fokus pada tugas utama senat itu sendiri yaitu mengarahkan mahasiswa agar tidak meninggalkan kegiatan belajar mengajar di kuliah dan memberikan bimbingan, khususnya kepada anak baru.

Tidak mengadakan terlalu banyak kegiatan?Apa itu juga berarti bahwa senat tidak ingin mendominasi kegiatan Masisir?

Bukan berarti tidak ingin. Untuk mendominasi kegiatan itu bukanlah hal yang sulit. Yang sulit adalah mendominasi Masisir dengan kegiatan yang berkualitas dan yang sesuai dengan tujuan adanya senat.

Jadi, makna dari tidak terlalu banyak kegiatan itu maksud saya agar senat-senat tidak tidak terlalu berlomba-lomba memperbanyak kegiatan yang tidak ada atsarnya atau yang sedikit faedahnya.

Ada statement yang mengatakan bahwa senat itu tidak aktif untuk Masisir dan hanya berkutat di internal senat saja. Bagaimana tanggapan Anda?

Mungkin yang dimaksud adalah berpengaruh ke sebagian kecil Masisir saja.
Jadi sebenarnya tugas yang diemban pengurus senat itu sangat mulia dan juga sangat berat: mulia karena mengajak Masisir supaya lancar dalam kuliah dan berat karena mengajak seseorang untuk belajar itu bukan perkara yang mudah.

Kalau dipikir-pikir, hampir keseluruhan Masisir ini merupakan anggota senat. Begitu kan?
Maka setiap kegiatan yang senat adakan adalah kegiatan untuk Masisir yang ada di fakultas masing-masing dan setiap kegiatan pasti kita sebarluaskan kepada seluruh Masisir.

Jadi intinya statement itu kurang tepat. Coba kita lihat terobosan baru FSI sekarang mulai dari reminder jadwal harian, info mengenai muhadhoroh setiap harinya, itu untuk seluruh Masisir kan?
FBA dan FDI pun demikian. Hanya saja karena jumlah anggota senat FBA dan FDI relatif lebih sedikit, maka info-info yang berhubungan dengan perkuliahan di kedua fakultas tersebut hanya dishare dalam skala yang lebih sempit. Tidak seluas FSI ataupun FU yang massanya cenderung lebih banyak.

Hal ini otomatis berkaitan juga dengan kepedulian Masisir terhadap senat itu sendiri. Menurut Anda, sudah seberapa besar tingkat kepedulian mahasiswa terhadap organisasi senat?

Baik. Memang kelihatannya perhatian Masisir terhadap senat agak kurang.
Menurut saya, ada beberapa faktor yang membuat perhatian Masisir kepada senat agak kurang. Karena senat itu tugas utamanya adalan untuk mendekatkan mahasiswa kepada kampus, barangkali itu yang pertama. Dan kalaupun ada kajian atau kegiatan semacamnya, itupun pasti ada hubungannya dengan maddah kuliah. Mungkin itu yang membuat senat terlihat membosankan.

Dan di luar itu semua, senat tidak diperkenankan untuk memproduksi terlalu banyak kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan belajar selain maddah kuliah, karena keberadaan senat dikhususkan untuk tujuan tersebut. Ini menjadi dilema tersendiri bagi para pengurus senat.

Bagaimana pendapat Anda tentang keadaan Masisir yang masih dibimbing dalam belajar? Padahal kalau kita mengacu pada sistem di Indonesia, bimbel itu diadakan untuk anak sekolah dasar dan menengah. Setingkat mahasiswa diharapkan bisa mandiri dalam belajar, tidak lagi bergantung pada bimbingan dosen maupun senior. Tanggapan Anda?

Keadaan mahasiswa di Indonesia berbeda dengan keadaan mahasiswa di sini. Beberapa hal yang terlihat berbeda di antaranya adalah bahasa. Bahasa itu merupakan alat untuk menunjang komunikasi antar-personal. Tapi kita tahu sendiri keadaan di sini. Jangankan untuk memahami bahasa ‘amiyyah, untuk memahami fushah saja menurut saya susah ketika kita benar-benar berhadapan langsung dengan orang Arab.

Selain itu mental. Banyak anak baru yang grogi bahkan seperti takut ketika berkomunikasi dengan orang Mesir. Hal seperti itu juga terjadi di kelas. Kalau sudah begitu, kosa kata bahasa Arab hilang entah ke mana.
Itu dua faktor yang paling menonjol menurut saya.

Dan mengenai bimbel, di sana mahasiswa juga tidak benar-benar disuapin. Kalau di senat FBA namanya “majmu’ah mudzakaroh”. Jadi formatnya diskusi, dibagi setiap orang memperoleh jatah berapa halaman atau perbab. Setelah itu, setiap orang diminta mempresentasikan bagiannya. Di situ juga ada pembimbing yang meluruskan kalau-kalau ada pemahaman atau penjelasan yang salah dari presentator.
Setahu saya, bimbingan di sini semacam itu. (am)

Tentang admin

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …