Home / E-RPA / Berita RPA / MENJADI KETUA KSW, MENAKUTKAN KAH?

MENJADI KETUA KSW, MENAKUTKAN KAH?

Pendaftaran bakal calon ketua KSW 2013-2014 dalam beberapa jam ke depan akan segera ditutup. Akan tetapi dari informasi yang tim Lipsus dapatkan, belum ada warga KSW yang mendaftarkan dirinya sebagai kandidat calon ketua KSW. Ada apa sebenarnya?

Berdasarkan polling, ada beberapa nama yang mendapatkan polling terbanyak. Bahkan pencapai polling terbesar ketiga, saudara Vahrul Adhi pun menyatakan ketidak sanggupannya untuk mencalonkan diri. “Sudah saya bilang sebelumnya, orang KSW itu suka guyon.

Jadi polling di media sosial tersebut cuma iseng aja.” Tidak jauh beda dengan tanggapan dari Djazam Ashfari yang mendapat polling terbanyak kedua yang menyatakan bahwa warga yang memilihnya dalam polling itu sedang khilaf. Menurutnya, mereka tidak benar-benar menginginkan seorang Djazam untuk menjadi ketua KSW selanjutnya.Sayangnya, tim Lipsus tidak bisa menghubungi saudara Tsabit Qodami yang menduduki peringkat pertama dalam Polling untuk menanyakan pendapatnya tentang pencapain dalam polling. Atau memang ini pertanda bahwa Tsabit pun tidak bersedia menjadi penerus ketua KSW?

Fatchul Machasin, mantan ketua KSW tahun 2011-2012 menyatakan bahwa masih ada beberapa nama yang mungkin tidak masuk dalam polling, akan tetapi sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menjadi ketua KSW. Akan tetapi, permasalahan dalam hal ini, tidak hanya kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa menjadi ketua. Mau atau tidaknya orang tersebut lah yang kini menjadi masalah. Kalau sampai akhir tidak ada yang mau, mungkin sesepuh lah yang akan turun tangan menunjuk salah satu warga untuk mencalonkan diri. Jadi, kenapa tidak ada yang memberanikan diri untuk “mau”?.

Ketidak siapan mental dan kurang berpengalaman menjadi ketua menjadi alasan Djazam Asfari menolak untuk mendaftarkan diri. Melihat tanggung jawab yang berat dalam memikul jabatan sebagai ketua KSW, Djazam merasa tidak terlalu percaya diri untuk bisa menjalankan tanggung jawab tersebut. Lain lagi dengan pendapat Rosyad Sudrajad, Sekretaris KSW saat ini. Menurutnya, ada dua hal yang mungkin membuat warga merasa takut untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua KSW. Pertama, KSW dipandang sakral oleh warganya. Oleh karenanya, dibutuhkan kematangan mental dan kepribadian yang mantab untuk berani mengampu jabatan tersebut. Tidak hanya skill dalam urusan organisasi, karena KSW bukan hanya sebuah organisasi dibawah PPMI, akan tetapi ikatan kekeluargaan yang lebih membutuhkan kesolidan di dalamnya.

Alasan kedua, menurut Rosyad ada pengaruh dari pengalaman KSW sebelumnya. Adanya ketakutan dari warga akan tidak sanggup menjabat dengan baik dan tidak sesuai dengan apa yang warga KSW inginkan. Sehingga harus terjadi hal yang tidak diharapkan di tengah-tengah masa jabatan. Itu akan menjadi tekanan mental tersendiri bagi warga yang ingin mencalonkan diri. Ketika jabatan itu ditawarkan kepada beliau pun, beliau hanya menjawab “kalau untuk mengabdi, saya masih oke. Tapi kalau menjadi Top Leader kok rasanya saya belum sampai kesitu”.

Masih tersisa beberapa jam sebelum pendaftaran ketua KSW benar-benar ditutup. Haruskah sesepuh KSW yang merumuskan dan menunjuk salah satu anggota untuk bersedia mencalonkan diri menjadi Ketua KSW? Kita tunggu saja kelanjutan berita dari KSW. “Jangan biarkan KSW mati di tangan anda!”.

Tentang admin

Lihat Juga

Mahdi Come Back !

Kairo, kswmesir.org – (4/3) Pesta demokrasi KSW sudah di depan mata, terlihat dari semakin sibuknya …