Berita Terkini
Home / E-RPA / Berita RPA / MENJAWAB; PASANGAN ROSYUL TIDAK SAH MAJU KEMBALI

MENJAWAB; PASANGAN ROSYUL TIDAK SAH MAJU KEMBALI

Beberapa hari ini, isu hangat seputar ketidakpuasan warga KSW akan pasangan Rosyul mencuat (sebagain warga kurang puas dengan pasangan Rosyul) Sebagian warga menuntut kelanjutan pasangan M.Rosyad Sudrajad dan M. Ulinnuha Saifullah ini, untuk melanjutkan estafet kepemimpinannya. Namun ternyata sebagian warga memandang wacana tersebut dengan penilaian negatif. Karena meskipun keduanya dinilai berhasil dalam memimpin KSW selama satu periode, tetapi dengan melanjutkan kepemimpinan berarti kaderisasi dalam tubuh KSW mengalami kegagalan.

Khawatir akan wacana pro-kontra ini semakin memanas, Sitta A’lamun selaku Ketua Panitia RPA segera mengklarifikasi.

“Berbicara mengenai sah tidaknya pasangan Rosyul untuk mencalon lagi menurut saya masih ambigu,” Ujar Sitta.

Dengan tegas pemuda asal Salatiga ini menjelaskan“Seyogyanya ditelisik lebih jauh lagi siapa pasangan Rosyul, posisi dan kedudukannya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.”

Rosyul adalah singkatan yang dijadikan jargon oleh M. Rosyad Sudrajad dan M. Ulinnuna Saifullah saat RPA tahun lalu sebagai pasangan calon ketua dan wakil ketua. Yang pada akhirnya terpilih sebagai ketua dan wakil ketua KSW 2013-2014.

“Selanjutnya, mengenai syarat dan kriteria calon pasangan ketua dan wakil ketua KSW ada beberapa poin, salah satunya tidak menjadi top leader di organisasi lain.”

Dengan demikian tidak dibenarkan seorang calon ketua maupun wakil ketua KSW menjadi top leader diorganisasi lain. Semisal organisasi kekeluargaan, almamater, dll.

“Jadi, Rosyad yang saat ini menjabat sebagai ketua KSW tentu tidak dibenarkan untuk mencalonkan diri menjadi ketua KSW, kecuali jika ia mengundurkan diri sebelum LPJ berlangsung,”

Tetapi hal ini berbenturan dengan ketentuan MPA lainnya yang menyatakan seorang mantan ketua KSW tidak boleh mencalonkan diri lagi menjadi seorang ketua. Sebagaimana jamak diketahui dilingkungan Masisir tidak ada seorang mantan Ketua kekeluargaan mencalonkan diri kembali menjadi ketua. Walaupun hal ini memungkinkan karena suatu peraturan bisa diubah melalui MPA maupun forum.

“Adapun M. Ulinnuha Saifullah, selaku Wakil ketua KSW saat ini, sebenarnya punya khans besar untuk mencalonkan diri menjadi seorang ketua KSW.”

“Hal tersebut karena pertama, secara peraturan dia bukan termasuk jajaran top leader KSW. Seorang wakil ketua tidak dianggap sebagai top leader karena masih ada ketua di atasnya. Yang kedua, andai kata ia bersedia maju menjadi ketua KSW, pengalaman dan komunikasi yang ia bangun saat menjabat wakil ketua tentulah menjadi modal besar untuk membawa KSW lebih maju. Istilahnya transformasi kepengurusannya akan berjalan cepat karena ia sudah tahu “njeroannya” KSW.”

Namun khans besar itu tidak serta merta membuat M. Ulinuha Saifullah bisa mencalonkan diri menjadi ketua KSW. Hal itu apabila M. Rosyad Sudrajad yang saat ini menjabat sebagai ketua mengundurkan diri sebelum LPJ dan digantikan oleh wakilnya (dalam hal ini Ulinnuha Saifullah), dengan begitu ia menjadi top leadernya KSW. Ini tidak memungkinkan seseorang bisa mencalonkan diri, mengacu pada peraturan MPA. Adapun kalau mau berarti harus mengundurkan diri, yang artinya terjadi kekosongan pemimpin di dalam tubuh KSW, hal ini tidak mungkin.

“Seandainya ia mencalonkan diri setelah LPJ menjadi ketua KSW dalam RPA tahun ini dengan status ketua pengganti Rosyad, maka secara struktural ia telah menjadi ketua KSW dan seorang mantan ketua KSW tidak bisa mencalonkan diri lagi menjadi ketua KSW.”

Melalui penjelasan panjang di atas,maka pasangan Rosyul yang tidak sah untuk mencalonkan diri menjadi ketua KSW hanyalah M.Rosyad Sudrajad. Adapun M. Ulinnuha Saifullah mempunyai khans besar untuk maju menjadi ketua KSW.

Lihat Juga

Mahdi Come Back !

Kairo, kswmesir.org – (4/3) Pesta demokrasi KSW sudah di depan mata, terlihat dari semakin sibuknya …