Home / Kriminal / Musim Dingin Tiba, Lagi-Lagi Masisir Dikejar Haromi

Musim Dingin Tiba, Lagi-Lagi Masisir Dikejar Haromi

Kairo, kswmesir.org (22/11) – Tindak kriminalitas di Mesir beberapa waktu terakhir meningkat, utamanya saat memasuki musim dingin seperti kali ini.

Jum’at sore (20/11) sekitar pukul 17.00 clt, sebuah kejadian kriminal menimpa seorang Masisir. Adalah Faiz Muslih, anak baru kedatangan tahun 2015 yang menjadi korban. Kejadian yang menimpanya tersebut berlangsung di kawasan  Gamik-Musalas, dekat Konsuler. Saat itu dirinya didekati dan dirangkul seorang warga pribumi yang diduga merupakan seorang haromi.

“Waktu itu saya didekati orang Mesir. Tiba-tiba dia merangkul pundak saya dari belakang dan mengajak saya ngobrol. Awalnya saya kira cuma sekedar basa-basi. Tapi ternyata dia mulai melirik tas saya dan bertanya punya uang nggak,” tutur Faiz.

“Saya bertambah curiga saat orang Mesir tersebut menguatkan rangkulannya dan melirik-lirik tas saya terus. Saya mencoba melepaskan rangkulannya dan lari. Sempat dikejar beberapa meter waktu itu,” ungkapnya lagi.

Beberapa waktu yang lalu, pada hari Senin (16/11), kejadian serupa juga menimpa Masisir. Masih di sekitar jalanan Gamik-Musalas, dua orang Masisir didekati warga pribumi dan dikejar olehnya.

“Waktu itu, saya sama Pandu mau pulang dari KSW ke Gamik. Awalnya, kami berniat naik tramco. Berhubung sudah menunggu lama dan belum ada satupun yang muncul, kami memutuskan untuk berjalan kaki,” ungkap Sitta, salah satu korban.

Menurut keterangan korban, saat itu mereka berdua berjalan sampai di daerah Musalas, tepatnya sebelum el-Tawheed wa el-Nour. Dari tempat itu, mereka melihat ada 3 orang pribumi Mesir yang sedang duduk-duduk di depan el-Tawheed wa el-Nour. Awalnya mereka tidak menaruh rasa curiga. Tapi pikiran mereka berubah tatkala ketiga orang tersebut membuang rokok mereka secara bersamaan.

“Saat mereka membuang rokok itu, terkesan seperti mereka sama-sama bersiap hendak mengejar kami. Saat itu kami berdua memutuskan untuk menyeberang. Tidak lama kemudian, mereka menyusul kami. Sambil mempercepat langkah kami menjauhi gerombolan tadi. Waktu itu jalan yang kami lalui amat gelap dan juga sepi,” terangnya.

Seusai mempercepat langkah, gerombolan tersebut hampir mendekati mereka berdua. Saat itulah kedua korban memutuskan untuk berlari. Para tersangka yang tidak mau melepaskan mangsa empuk begitu saja langsung berlari dan mengejar mereka berdua. Hanya saja, karena mereka sudah sampai di jalan yang terang dan relatif lebih ramai, meskipun waktu itu jarak antara mereka dan para pribumi yang diduga merupakan gerombolan haromi tersebut sudah mencapai 1,5 meter, mereka berdua berhasil selamat. Walhasil, upaya perampokan pun gagal.

“Sebenarnya, kami salah juga karena waktu itu kami pulang terlalu larut. Bagi teman-teman Masisir ke depannya, supaya lebih berhati-hati dan jangan pulang terlalu larut. Ini sudah musim dingin dan jalanan tidak lagi seaman yang kita pikirkan,” pesannya. (6)

Tentang admin

Lihat Juga

Maba Teperdaya; Rumahnya Kemalingan

Sebuah peringatan bagi seluruh Maba atau pelajar Darul Lughoh. Misykati.org, Gamik (13/11). Hampir setiap tahun …