Home / Masisir / LIPSUS MASISIR / Arti Penting Paskibra Menurut Asisten Atase Pertahanan

Arti Penting Paskibra Menurut Asisten Atase Pertahanan

Kairo, kswmesir.org – Pukul 09.00 CLT nanti, KBRI mengadakan upacara peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 di Lapangan Hijau depan Gedung Wisma Duta. Kabarnya, Pasukan Pengibar Bendera—atau yang akrab disebut PASKIBRA—tahun ini direkrut dengan sistem yang berbeda dari tahun lalu. Dari yang dulunya direkrut dari pelajar SIC (Sekolah Indonesia di Cairo), kini berasal dari seluruh pelajar Indonesia di berbagai jenjang pendidikan, termasuk mahasiswa al-Azhar.

Alasannya sederhana. Selaku asisten atase pertahanan dan dalam konteks ini sebagai pelatih PASKIBRA, Pak Hendra mengaku berusaha agar anggota yang tergabung dapat mewakili seluruh WNI di Mesir. Sebab itu, pihaknya tidak bisa merekrut pelajar SIC saja.

Jika ditotal ada sekitar 50 peserta yang mendaftarkan diri sebagi pasukan. Kemudian oleh Pak Hendra peserta sebanyak itu diseleksi menjadi 16 orang saja, sesuai kebutuhan. Adapun pembagian tugas seperti pembawa bendera, komandan barisan, dirinya bukan yang memilih, melainkan kawan-kawan pasukan yang memilih. Sistem pemilihan ini diistilahkan dengan “sosiometri”, kata bapak yang juga kakak ipar Hengky Kurniawan.

Walaupun diambil dari berbagai macam jenjang pendidikan, “alhamdulillah dapat tim yang berkemampuan hampir seimbang dan mewakili yang bersekolah di sini. Harapannya lebih heterogen, tetapi tetap bisa solid dalam melaksanakan tugas. Ini kan tugas mulia: megibarkan sang merah putih.”

Dalam wawancara yang dilakukan tim web kswmesir, Mayor Inf Hendrasari Nurhono, S.IP—yang lebih dikenal di kalangan Masisir dengan “Pak Hendra”—menekankan arti penting PASKIBRA dilihat dari sudut kenegaraan. Menurutnya, yang terpenting adalah nasionalisme. “Pada saat generasi muda menuju dewasa di situlah ditanamkan nilai2 nasionalismenya. Kalau sudah punya itu, ia akan kuat dan tak bakal terpengaruh dengan hal-hal yang negatif, yang menyimpang dari negara.”

Dibanding dengan sistem pelatihan di Indonesia, yang di Kairo tidak jauh berbeda. Bahkan bisa dikatakan sama. Hal ini lantaran sang pelatih mengadopsi sistem pelatihan PASKIBRA nasional. Hanya saja di sini lebih dinamis, menysuaikan lingkungan di Kairo.

Kalau soal semangat, “saya kira tetap sama. Rasa memiliki dan rasa cinta tanah air mereka tinggi. Itu dibuktikan dengan latihan yang semangat. Walaupun, memang, membentuk sikap tersebut tidaklah gampang. Sebab, para anggota pengibar berasal dari berbagai latar belakang.

Mengacu geladi bersih kemarin pagi (16/08), persiapan sudah mencapai 95%, sedangkan 5%-nya tergantung dari kesiapan pribadi masing-masing anggota. Adapun masalah kekompakan, melaksanakan tugas, mulai dari persiapan sampai pengibaran bendera diklaim sudah pantas untuk ditampilkan. Begitu, kata Pak Hendra. “InsyaAllah tak ada kendala.” Pungkasnya dengan nada rendah bak pegawai sipil. (Adybala)

Comments

comments

Lihat Juga

Syabab Mesir Ungguli Timnas Masisir di Laga Al-Youm Indonesia-Mesir

Kairo, kswmesir.org – Dalam rangka memperingati hubungan diplomasi yang sudah berjalan 70 tahun, KBRI kairo …