Home / masisir / Pernak-Pernik Mahasiswa Baru 2014

Pernak-Pernik Mahasiswa Baru 2014

Kairo (15/10) Seakan melanjutkan tradisi yang tak terhenti, tahun ini Indonesia kembali memberangkatkan duta bangsanya ke negeri piramida. Tercatat ada sejumlah 403 Camaba (Calon Mahasiswa Baru) baik putra maupun putri dari daerah yang berbeda-beda. Mereka pergi ke negeri ini dengan tujuan untuk memperdalam ilmu dalam bidang keagamaan, serta memikul tanggung jawab yang orang tua bebankan terhadap mereka.

Sekedar info, Camaba berhak untuk datang ke negeri para nabi ini setelah sebelumnya berhasil lulus dalam dua kali tes yang diadakan oleh Kemenag (Kementrian Agama). Selanjutnya setelah nama mereka dipastikan lulus, segera berkas-berkas yang diperlukan mereka selesaikan, berikut keperluan-keperluaan lain untuk melengkapi administrasi. Setelahnya, mereka menyiapkan segala keperluan pribadi, sembari menunggu visa dan tiket selesai diurus broker masing-masing.

Tidak semua dari mereka bisa langsung masuk kuliah. Hanya mereka yang masuk tingkatan Mutaqoddim-lah yang berhak masuk kuliah, namun dengan catatan harus menyelesaikan kewajibannya meyelesaikan dauroh lughoh sesuai waktu yang telah ditentukan. Sementara sisanya, mereka tidak diperbolehkan masuk kuliah tahun ini karena harus menyelesaikan beberapa tingkatan dulu selama beberapa bulan, baru setelahnya diperbolehkan masuk kuliah.

Camaba datang ke mesir melalui beberapa broker, diantaranya IAAI, Rehlata, Mumtaza, juga broker-broker lain. Mereka terbagi dalam beberapa gelombang pemberangkatan. Jum’at (10/10) menjadi awal mula mahasiswa baru asal indonesia tiba di Mesir, adapun gelombang selanjutnya datang pada hari Senin (13/10) dan Selasa (13/10).

Mengenai kesan pertama setibanya di Mesir, salah satu pelajar baru yang datang menyampaikan pendapatnya. “Alhamdulillah akhirnya tiba di Mesir, bisa menyaksikan sendiri dengan mata kepala, seperti apa negeri yang termaktub namanya dalam Al Qur’an ini, tak seperti apa yang kita bayangkan memang, namun begitu negeri ini sangat luar biasa,” ungkap Mu’allim, Camaba asal Lampung.

Lebih jauh dirinya menegaskan bahwa faktor yang membuat dirinya dan teman-teman tertarik ke Al-Azhar, bukan hanya disebabkan oleh nama besar universitas tersebut, nama juga keagungan ulama-ulamanya. “Saya begitu tertarik dengan Al-Azhar, sebab universitas ini telah meluluskan nama-nama besar di bidang keilmuan Islam, tengok lah Sheikh ‘Ali Jum’ah, mantan mufti Mesir. Ada juga ulama asli Indonesia yang juga lulusan Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Quraisy Syihab, belum lagi ulama-ulama lain di pelosok dunia,” imbuhnya.

Perkuliahan di Al-Azhar telah dimulai sejak hari Sabtu (11/10) kemarin, sementara Dauroh Lughoh belum ada kejelasan sampai sekarang, masih menunggu informasi dari pihak Al-Azhar yang diteruskan kepada Camaba melalui KPP Maba Mesir. (ulinho) Perkuliahan di Al-Azhar telah dimulai sejak hari Sabtu (11/10) kemarin, sementara Dauroh Lughoh belum ada kejelasan sampai sekarang, masih menunggu informasi dari pihak Al-Azhar yang diteruskan kepada Camaba melalui KPP Maba Mesir. (ulinho)

  1. Misykati                                                                2. Forsilam

3. Ikamaru RAM                                                       4. Ikpm Cab. Kairo

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …