Home / masisir / PPMI Awards, Bagaimanakah Penilaiannya?

PPMI Awards, Bagaimanakah Penilaiannya?

ppmi_400x400

29 September 2014 adalah hari yang akan menjadi hari bersejarah bagi mahasiswa-mahasiswa asing yang berada di negeri kinanah secara umum dan mahasiswa Indonesia pada khususnya, karena pada moment spesial itu mereka akan menuai hasil, merasakan manisnya buah yang akan dinikmati setelah kurang lebih 4 tahun berjuang dalam ranah pendidikan dan akademik formal di universitas al-Azhar dan universitas lainnya.

Para panitia (dalam hal ini PPMI) pun mengusahakan untuk menghadirkan Grand Syekh al-Azhar Syekh Ahmad Tayyib, Bapak Atase Pendidikan, Bapak Dubes serta Rektor-rektor Azhar dalam prosesi wisuda yang akan sekaligus mewisuda para wisudawan.

Selain dari acara ceremonial of graduation itu, PPMI menggelar suatu even yang mereka namai dengan “PPMI Awards” sebuah penghargaan untuk almamater terbaik, kekeluargaan terbaik.

Penilaian PPMI Awards

Berbincang dengan salah satu tim penilai PPMI Award, Fardan Satrio menuturkan “Untuk penilaian PPMI Awards kita ambil dari prestasi akademik, ini yang utama (baik untuk kekeluargaan maupun almamater) dan kegiatan-kegiatan”

Dalam penilaian akademis sendiri Fardan juga menambahkan bahwa semua prestasi akademik yang ada dinilai dan dijumlahkan lantas dibagi dengan jumlah anggota, dan diprosentasikan.

 

Prestasi Akademik    X 100%

   Jumlah Anggota

 

Ia juga menjelaskan untuk setiap nilai mumtaz bernilai 4, Jayyid Jidan 3, Jayyid 2, Maqbul 1.

Dari angka-angka ini kemudian dijumlah untuk selanjutnya bisa diketahui siapa-siapa yang menempati prosentasi teratas dan berhak mendapatkan penghargaan almamater terbaik, kekeluargaan terbaik. (curry)

ppmi

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …