Home / Uncategorised / PPMI : “Kalau Menggunakan Istilah Iuran Beli Daging-Kan Terlalu Panjang”

PPMI : “Kalau Menggunakan Istilah Iuran Beli Daging-Kan Terlalu Panjang”

Kairo, kswmesir.org (6/7) Berdasarkan hasil rapat gabungan di lingkungan PPMI, termasuk didalamnya seluruh ketua kekeluargaan pada 10 Maret 2015 yang lalu menyepakati adanya Gerakan Kesejahteraan dari Masisir oleh Masisir dan untuk Masisir pada hari raya kurban 1436 H.

Adapun poin kesepakatan yang telah ditanda tangani diantaranya; Mewajibkan setiap anggota membayar iuran sebesar 30 Le; daging kurban dibagikan untuk keperluan Open House seluruh kekeluargaan dan rumah anggota kekeluargaan. Teknis pelaksanaan sementara, hasil iuran akan dikumpulkan di kekeluargaan masing-masing kemudian diserahkan ke PPMI guna pengelolaan. Setelah itu, akan dibagikan ke masing-masing kekeluargaan untuk diolah lagi.

Selang beberapa hari pasca edaran PPMI desebarkan, terjadi pro-kontra redaksi dalam edaran yang tertulis “mewajibkan setiap anggota.” Ahmad Hujaj Nurrohim selaku Wakil Presiden menyampaikan bahwa kalimat “mewajibkan” dalam edaran PPMI hanya sebagai penekanan bagi seluruh Masisir, dan tidak ada hukuman bagi anggota yang tidak ikut serta dalam iuran.

“Ini sifatnya hanya penekanan. Juga nggak ada hukuman bagi yang tidak iuran,” tegas mahasiswa asal Cilacap ini.

Gerakan kesejahteraan yang digaungkan PPMI merupakan program baru di masa kepemimpinan Agus Susanto Chairul Anwar. “Sebelumnya tidak ada (kurban-red), ini program baru,” kata Hujaj via telepon, sabtu, 5 juli yang lalu saat dihubungi kswmesir.org.

Masih menurut Hujaj, pihaknya menyampaikan gerakan ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan seluruh Masisir dan memeriahkan perayaan Idul Adha 1436 H. “Sebelum ini kan setiap kekeluargaan beda-beda, ada yang ramai ada yang sepi ketika perayaan Idul Adha, nah kita ingin semuanya ramai dan semuanya senang, tidak ada yang meri ­atau iri dengan kekeluargaan yang lebih ramai, selain itu agar perayaanya lebih semangat”, tambahnya.

Lantas bagaimana dengan istilah kurban dengan iuran sebesar 30 Le dalam edaran? Pihak PPMI menegaskan bahwa pro-kontra dalam istilah kurban yang dipakai PPMI hanyalah sebatas istilah belaka. Mereka juga paham istilah kurban memiliki ketentuannya sendiri, hanya saja PPMI ingin mempermudah penyebutannya. “Biar dekat aja (istilah-red) dengan kultur kita, kalau menggunakan istilah seperti iuran beli daging-kan terlalu panjang.” Hujaj menjelaskan.

Mengingat gerakan kesejahteraan tersebut adalah program baru, ketika diminta pendapat prospek tidaknya iuran 30 Le, pihak PPMI menyatakan optimis dengan gerakan ini.(kh)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …