Home / masisir / Prof. Quraish Syihab :”Jangan Menghalangi Diri Sendiri’’
Prof. Dr. Quraisy Syihab

Prof. Quraish Syihab :”Jangan Menghalangi Diri Sendiri’’

Kehadiran Bapak Prof. DR. Quraisy Syihab dalam acara LPPEM KSW begitu berkesan bagi peserta ORMABA KSW. Beliau banyak berpesan dan memberikan motivasi baik kepada seluruh anggota mahasiswa baru maupun para hadirin sekalian. Salah satu pesan beliau adalah “Jangan menghalangi diri sendiri’’.

Pada sesi Tanya jawab, ada salah satu mahasiswi yang menanyakan tentang adanya perbedaan kesempatan untuk bermulazamah dengan para ulama Azhar. Mengingat dia adalah mahasisiwi perempuan, sedangkan para ulama Azhar atupun profesor mayoritasnya dari kaum adam. Sehingga merasa ada batasan tertentu dalam berinteraksi dan muncul sikap yang tidak begitu leluasa untuk melakukan pendekatan khusus dalam rangka mendapatkan ilmu.

Beliau menuturkan, ‘’Bahwa sebenarnya faktor yang menghalangi untuk mendapatkan ilmu itu bukan berasal dari luar. Melainkan dari diri sendiri. Berpijak dari realita yang ada sebenarnya kita bisa mendapatkan ilmu tidak hanya dengan profesor laki laki saja. Banyak sekali di luar sana para profesor perempuan yang lebih hebat dalam bidangnya. Mengapa kalian tidak mengunjunginya?”

Salah satu teladan yang patut dicontoh adalah Sayyidah Aisyah yang mana beliau merupakan guru bagi para sahabat rasul ketika itu, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk senantiasa menggali segala pengetahuan dari para profesor perempuan.

Bahkan sebenarnya kita juga bisa mendapat ilmu melalui forum diskusi keilmuan ataupun kajian yang ada. ”Ikutilah segala kegiatan yang berbau keilmuan. Sebisa mungkin kita harus dapat memposisikan diri kita dengan keadaan yang ada. Jangan sampai kita membatasi suatu hal yang sebenarnya bisa kita lakukan”

“Maka yang sepantasnya kita lakukan adalah senantiasa menggunakan pendengaran, penglihatan dan hati ini untuk menangkap segala ilmu. Dan barang siapa yang banyak menggunakan ketiga alat tersebut tentu dia juga lebih banyak mendapat pengetahun, tak terkecuali baik laki-laki maupun perempuan. Maka tidak benar jika ada seseorang yang berasumsi bahwa akal perempuan itu lebih rendah kedudukanya dari laki-laki’’, Pungkas beliau mengakhiri jawaban. (amna)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …