Home / Uncategorised / Saidatul Arnia: Dari Fatayat Mesir untuk Masisir

Saidatul Arnia: Dari Fatayat Mesir untuk Masisir

Kairo, kswmesir.org (11/11)— Pasca Konferensi Cabang (KONFERCAB) yang ke-7, Saidatul Arnia yang menggantikan posisi Wardatul Humairoh sebagai ketua PCI Fatayat NU, telah menyiapkan sejumlah visi misi dan langkah kongkrit untuk menjadikan Fatayat Mesir lebih maju.

Hal ini merujuk pada KONFERCAB ke-7 yang mengusung tema;“Fatayat Menuju Muslimah yang Progresif, Transformatif, dan Mandiri”. Dari hasil wawancara yang telah diliput kswmesir.org , mahasiswi fakultas bahasa dan sastra ini telah mengutarakan visi misi Fatayat selama satu tahun ke depan beserta langkah-langkah untuk mencapainya. Berikut ini petikan perbincangannya.

Apa peran Fatayat bagi Masisir?

Pada hakikatnya, peran Fatayat di kalangan Masisir ialah ikut serta memberi corak dan warna pada dinamika Masisir yang amat beragam. Baik itu dalam bidang pendidikan seperti kajian mingguan, seminar, program terjemah, qiraah asyroh, maupun di bidang seni budaya seperti pelatihan hadroh.

Sebetulnya Fatayat sendiri merupakan wadah atau wahana bagi para Nahdhiyat (warga NU putri) khususnya dan seluruh mahasiswi al-Azhar Indonesia umumnya untuk mengeksplorasi bakat dan kemampuan mereka, tidak hanya dalam hal pendidikan tetapi juga kematangan dalam memimpin. Tujuannya, agar kaum muslimah, Nahdhiyat khususnya mampu berkecimpung dalam ranah masyarakat yang mendunia.

Oleh karenanya, Fatayat telah mempersiapkan beragam agenda yang mana tidak hanya fokus pada bidang pendidikan seperti halnya kajian, seminar, talaqi. Tetapi juga berusaha mengeksplorasi hasil dari pendidikan tersebut dalam kehidupan kemasyarakatan. Tidak lupa, Fatayat turut mengembangkan jiwa kepemimpinan dan ilmu sosial agar para muslimah, Nahdhiyat khususnya agar mampu berkontribusi untuk tanah air.

Sebagai pemegang roda organisasi satu tahun ke depan, apa visi dan misi untuk Fatayat?

Intinya, visi misi kami yaitu mempersiapkan tunas terbaik yang bermanhaj Azhari dan mengabdikan diri untuk tanah air. Dari visi misi tersebut kami berharap mampu menjadikan muslimah, Nahdhiyat khususnya agar mampu mengkontribusikan dirinya di ranah nasional ataupun internasional dengan tujuan ikut serta memajukan bangsa dan negara.

Bagaimana langkah-langkah yang dipersiapkan guna mewujudkan hal tersebut?

Layaknya sebuah bangunan yang pilarnya saling menguatkan, begitulah konsep kami untuk mewujudkan itu semua. Di sini kami para pengurus berusaha menciptakan kepercayaan antar pengurus itu sendiri, juga kerjasama antara pengurus dan anggota.

Karena sekongkret apapun visi dan misi kita, jika hubungan antar personal tidak terjalin dengan baik, visi dan misi sebagus apapun tidak akan berguna. Selain itu kami juga memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk mempermudah kita dalam mewujudkan itu semua.

 

Menilik sejarah Fatayat, prestasi apa saja yang telah dicapai dari tahun ke tahun?

Inovasi-inovasi baru dan prestasi yang membanggakan yang berhasil dicapai dari tahun ke tahun, sependek pengetahuan saya, pada tahun 2010-2012 yang dinakhodai oleh saudari A’isyah Sidiq, Fatayat berhasil menggalang acara untuk TKW sekaligus follow up nya. Terbukti dengan diadakannya pengajian dan pengajian kerohanian khusus untuk TKW ini.

Selanjutnya pada tahun 2012-2014, ketika Fatayat dinakhodai oleh mbak Rif’ah Nor Afi, pada tahun inilah Fatayat resmi memiliki sekretariat sendiri. Ini merupakan pencapaian dan prestasi yang gemilang karena Fatayat adalah satu-satunya organisasi keputrian yang memiliki sekretariat sendiri.

Adapun pada periode Wardatul Humairo 2014-2015, Fatayat unggul dengan program Takrim Tahfidz lil Athfal, dan ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di lingkup Masisir.

Sedangkan dalam kepemimpinan saya tahun ini, sesuai visi dan misi yang kami canangkan yaitu: Mempersiapkan Tunas Terbaik yang Bermanhaj Azhari dan Mengabdikan Diri untuk Tanah Air.

 

Apa program unggulan yang akan Anda canangkan?

Ke depan, insyaAllah kami akan membuat inovasi-inovasi baru pada berbagai bidang. Seperti pada bidang pendidikan misalnya, kami akan fokus pada proyek buku terjemah dari buku berbahasa Arab ke bahasa Indonesia sebagai bukti kontribusi kami kepada tanah air untuk membantu penyebaran ilmu pengetahuan ke Indonesia.

Selanjutnya di bidang talaqqi, insyaAllah kami akan memberi fasilitas info talaqqi beserta peng-koordinir-an anggota ke madhiyafah-madhiyafah.

Di bidang seni, kami akan mengadakan kelas salawat yang dibuka untuk umum. Fokus yang kedua, kami akan berusaha membangun jalinan birokrasi dengan Fatayat pusat yang ada di Indonesia, menjalin hubungan dan mengadakan kerjasama pada bidang pengkaderan dan pelatihan leadership, sehingga nantinya ketika pulang ke tanah air para anggota Fatayat akan langsung ditempatkan pada stuktur Fatayat cabang yang ada di daerah-daerah maupun pusat yang ada di Jakarta.(ikhda)

Tentang admin

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …