Berita Terkini
Home / KSW NEWS / ALMAMATER / Satu Jam Bersama Teh Nely Analia

Satu Jam Bersama Teh Nely Analia

Kairo, (13/11). Sore kemarin, sekretariat Misykati mengadakan kajian bertemakan “Madkhol Ushuluttafsir “, atau pengantar memahami ushul tafsir. Kajian kali ini membahas resensi kitab karya Dr. Usamah as-Sayyid Mahmud al-Azhary yang berjudul “Al-Madkhol Ila Ushul at-Tafsir’’.

Namun ada sesuatu yang berbeda pada hari kemarin, karena presentatornya adalah Ustadzah Nely Analia. Mengingat beliau sendiri adalah salah satu mahasisiwi fakultas Ushuluddin dan merupakan aktivis di kalangan masisir.

Kajian dimulai pukul 17.30, selepas sholat maghrib. Dimulai dari pemaparan secara global oleh Musabiq Habibie sebagai moderator dalam kajian tersebut, agenda kemudian dilanjutkan dengan ulasan resensi dari mbak Nely. Beliau menjelaskan secara gamblang, sistematis dan menyeluruh mengenai segala hal yang terkait dengan ushul tafsir. Mulai dari definisi, subtansi Al-Qur’an, hingga kolerasi ilmu ushul tafsir dengan ilmu-ilmu lainya.

“Dalam mukadimahnya, Dr. Usamah menjelaskan dialog yang terdapat dalam Al-Quran, yang berputar sekitar ta’rif, hidayah, i’jaz, dan tasyri’, dimana itu semua merupakan maqashid kulliyyah dan juz’iyyah pada Al-Quran,” papar mbak Nely dengan lugas.

Pada sesi tanya jawab, semua peserta kajian nampak sangat antusias untuk menyoal seluk beluk ilmu ushul tafsir itu sendiri. Bahkan dalam kesempatan ini, semua peserta kajian diharuskan untuk mengajukan satu pertanyaan. Dikarenakan banyak peserta yang terdiri dari keluarga baru misykati, sehingga suasana kajian nampak begitu aktif dan dinamis. Kurang lebih membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membabat habis semua pertanyaan yang diajukan.

Mbak Nely menuliskan dalam resensinya, bahwa kitab “Al-Madkhol Ila Ushul at-Tafsir” ini cocok dibaca oleh para pemula. Karena kitab tersebut cukup ringkas, simpel dan lengkap dengan berbagai contoh penjelas. Namun bahasa yang digunakan dalam kitab tersebut lumayan sulit, sehingga mengharuskan pembaca untuk sedikit lebih ekstra dalam memahaminya.

Di akhir kajian, Sitta A’la selaku ketua Misykati tahun lalu menambahkan, “kajian yang seperti ini yang kita harapkan. Ya, setidaknya ada space atau ruang yang dapat menjadi wadah untuk meng-explore segala aspek pengetahuan kita bersama, meskipun kita belum megetahui secara dalam ilmu tersebut. Apalagi untuk keluarga baru misykati, kajian yang mencakup pengantar segala disiplin ilmu ini, justru menjadi asupan yang sangat relevan bagi mereka.”

Sebagaimana biasanya, Kajian ditutup dengan agenda makan bersama. Para pesertapun dipuaskan dengan masakan sayur bayam plus chicken ala Cak Dlofir.(amna)

Lihat Juga

Mulai Manuver Politik di Markas Besar, Ja’far Tanpa Koalisi?

Kairo, kswmesir.org- (4/8) Kandidat calon ketua KSW, Ja’far Shodiq Rahman, mulai bergerak cepat menjelang H-4 bursa …