Home / OPINI / Sebuah Pameran Bertaraf Internasional

Sebuah Pameran Bertaraf Internasional

Beberapa waktu lalu, seorang kawan mengajak saya untuk mengunjungi pameran buku. Sebuah pameran buku bertaraf internasional yang berjuluk “Cairo International Book Fair 47th”. Konon, pameran ini merupakan salah satu pameran buku terbesar di dunia.

Mengenai sebab musabab penamaan, saya sendiri kurang tahu apa sebenarnya kualifikasi yang digunakan untuk menamainya sebagai sesuatu yang bertaraf internasional. Apakah itu karena beberapa toko buku yang membuka stan di sana berasal dari percetakan yang berada di luar negeri? Atau karena pameran tersebut tidak hanya ramai dikunjungi oleh penduduk lokal, tetapi ramai juga oleh warga negara asing? Atau barangkali karena buku-buku yang dijual tidak hanya buku-buku berbahasa Arab? Kemungkinan besar ketiganya dan mungkin terdapat faktor  lain.

Memasuki gerbang tempat diadakannya pameran buku (selanjutnya kita sebut: ma’ridh), ratusan  toko buku berjejer rapat di sepanjang kawasan ma’ridh, minta diperhatikan. Maka, kita akan menyaksikan betapa hukum popularitas juga berlaku di sini. Beberapa toko buku ternama ramai dikunjungi, dan beberapa lainnya sepi pengunjung.

Menurut beberapa senior yang sudah bertahun-tahun menetap di Mesir, jumlah pengunjung ma’ridh semakin menipis dari tahun ke tahun. Entah  karena jumlah penduduk lokal yang berkurang, ataukah para warga asing yang didominasi mahasiswa universitas Al-Azhar semakin berkurang minatnya untuk ‘berbelanja’ buku, belum ada data mengenai hal tersebut.

Masih dalam kawasan ma’ridh, kita tidak hanya menemukan jajaran toko buku yang dibangun dengan bangunan semi-permanen yang dapat dibongkar dan dipasang kapan saja. Jika kita masuk melalui gerbang belakang (terdapat perbedaan pendapat mengenai penyebutan gerbang ini: sebagian menyebutnya sebagai gerbang utama, sebagian menyebutnya sebagai gerbang belakang. Wallahu a’lam), kita akan menemukan sebuah gedung permanen (catat: permanen) yang tampak  seperti gedung utama dan termegah di antara bangunan-bangunan lainnya. Di depannya tertulis kalimat berbahasa Arab yang dalam bahasa Indonesia berarti: “Gedung Pameran Buku Internasional Kairo”.

Di gedung ini, kita tidak akan menemukan buku-buku yang dijual sebagaimana yang sudah kita jumpai sebelumnya. Melainkan buku-buku yang benar-benar dipamerkan, sesuai judulnya. Tentu saja, penataan buku yang dipamerkan ini sesuai kebijakan pemilik lapak. Ada yang dijajar rapi pada rak buku dan disinari dengan lampu sekian-watt, ada juga yang digantung, benar-benar digantung dengan tali. Eksentrik memang.

Lantai ke-dua gedung tersebut digunakan sebagai tempat diadakannya seminar dan bedah buku. Selain itu, banyak pengunjung yang mengeluh tentang susahnya mencari toilet di kawasan ma’ridh. Bagi yang mengalami hal ini, tidak ada salahnya jika mendatangi lantai dua gedung ini. Urusan Anda akan selesai di sana.(am)

Comments

comments

Lihat Juga

Berikut Beberapa Blunder Panitia Jawa Cup XIII

Pagelaran akbar Jawa Cup ketiga belas telah resmi berakhir begitu wasit meniup peluit panjang tanda …