Home / ؞ Opini / Sebuah Seruan

Sebuah Seruan

Puisi adalah salah satu bentuk komunikasi di antara berbagai bentuk komunikasi lainnya, begitu Sapardi pernah berkata. Menurutnya, dalam ilmu komunikasi ada tiga unsur yang niscaya ada: pengirim pesan, medium/wahana, dan penerima. Dalam tataran ini, buku Mantra Asmara menjabat sebagai medium/wahana. Sementara pengirimnya adalah penggubahnya Usman Arrumy dan penerimanya adalah tentu pembaca. Tetapi Mantra Asmara sebagai buku, urung menjalankan komunikasi yang timbal-balik antara pengirim dan penerima; urung bercakap lebih intens karena suara pengirim dalam Mantra Asmara hanyalah apa yang termaktub.

Di sini kita melihat pentingnya sebuah forum untuk menjalankan ketiga unsur dari komunikasi itu. Forum tersebut adalah ‘Bincang Puisi Mantra Asmara’. Pada forum ini, kita akan lebih dekat berkenalan dengan Sang Penyair sebagai pengirim pesan. Selain membahas apa yang sudah tersedia di dalam buku, kita juga akan lebih tahu bagaimana proses kreatif dari Sang Penyair; bagaimana ia menggali inspirasi, apa saja bahan untuk menulis puisi-puisinya, mengapa ia menulis puisi dan bukan, misalnya, cerpen, dan segala hal yang di luar apa yang kita baca dalam buku itu.

Di kalangan Masisir, bincang puisi barangkali masih minim dan terbatas pada tingkat regional intra-komunitas. Forum ini mengajak seluruh elemen Masisir tanpa memandang komunitas apa yang menaunginya. Dengan demikian, forum ini secara tegas menegasi segala bentuk kotak dan sekat sebab sifat alamiah dari puisi adalah universalitas. Dengan mengajak kawan-kawan untuk berpartisipasi, forum ini akan digelar pada:

Hari/Tanggal: 6 November 2015
Pukul: 17.30 CLT
Tempat: Aula Griya Jateng
Pembedah: Muhammad Nur Thoriq
Pertunjukan: Gandoz Acoustic

Puisi adalah semacam Suara Lainnya (the other voice), meminjam perkataan Octavio Paz. Pada puisi kita hijrah dari dunia ingar-bingar menuju kesunyian. Ya, sebuah nyanyi sunyi, untuk meminjam Amir Hamzah. Dalam hal ini, puisi adalah jalan alternatif untuk sesuatu yang tanpa ujung, sesuatu yang kian hari kian kita sangsikan. Dan Mantra Asmara adalah sejenis bisikan yang lain, bahkan gumam yang entah. Untuk itu, kami mengharap kedatangan kawan-kawan semua untuk ikut saling-berbisik dan saling-bergumam, sebelum Sang Penyair buru-buru berkata: “Dan dipangkal jalan ini, akhirnya kita bertemu/ sudah itu pisah lalu lekas jadi masa lalu.” Maukah kawan-kawan jadi bagian dari puisi? [*]

Usman Arrumy

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Simposium dan Ide-Ide yang Kurang Cemerlang

Seperti sedang menonton film Batman vs Superman; Dawn of Justice bagi para penggemar DC Comics, …