Home / Masisir / Seorang Masisir Dikeroyok 5 Pemuda Mesir

Seorang Masisir Dikeroyok 5 Pemuda Mesir

Kairo (17/11). Tindak kriminalitas kembali terjadi dan menimpa Masisir. Kali ini yang menjadi korban adalah Eko Sutrisno, mahasiswa S2 di Zamalek. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu, (15/11), menejelang dini hari, tepatnya pada pukul 23.30 CLT. Ketika itu Pak Eko, begitu ia kerap disapa, hendak kembali sendirian ke Gamik, setelah mengantar pulang seorang mahasiswi di Suq Madrasah. Ia pun mencari tramco untuk ditumpangi.

Ketika sampai di tempat ‘nge-tem’ tramco, ada beberapa sopir yang berebutan dan saling menarik dirinya untuk memasuki tramco mereka. Seketika ia langsung masuk ke  salah satu tramco. Namun, beberapa saat kemudian Pak Eko mencurigai ada sesuatu yang tidak beres. Firasatnya ternyata benar. Tiba-tiba dari arah belakang, salah seorang penumpang mencoba usil. Entah usil ataupun apa, dan itu membuatnya terjatuh dari tramco. Refleks seketika ia membalas dengan memukul orang tersebut.

“Ceritanya, aku dibuat rebutan sama sopir tramco. Nah, saat naik malah ada yang njawel (mengusili -red) dari belakang sampe terjatuh. Terus aku kembali ke tramco dan orang tadi langsung tak kampleng (saya tampar -red)!” ujar Eko kepada kru kswmesir.org.

Seketika itu, suasana di dalam tremco menjadi panas dan penumpang yang ada didalamnya malah membela orang Mesir yang dipukul oleh Pak Eko. Hingga akhirnya ia pun dikeroyok oleh orang-orang Mesir yang kurang lebih berjumlah 5 orang.

“Sopir-sopir malah membela sana, aku dikeroyok mereka, ada sekitar 5 orangan. Syukurnya, bisa lolos dan nggak sampe memar,” tambah mahasiswa S2 tersebut.

Dalam kejadian ia berhasil melarikan diri dari keroyokan orang Mesir, tidak ada luka serius yang didapat serta tidak ada satupun barang yang hilang.

“Memang sesekali orang Mesir harus dikasih pelajaran” ungkapnya dengan nada geram.

Walaupun tidak ada efek serius di kejadian itu, namun hal tersebut tetap menjadi pelajaran penting bagi Masisir agar selalu berhati-hati dan menjaga diri, apalagi di waktu-waktu rawan kejahatan, seperti tengah malam dan dini hari. (mus)

Lihat Juga

Mahasiswa Al Azhar Asal Banyumas Raih Gelar Magister Dengan Predikat Mumtaz

Mahasiswa Asal Banyumas, Antoni Oktavian, resmi menyandang gelar Magister Universitas Al Azhar dengan predikat mumtaz, …