Home / masisir / Seorang Masisir Menjadi Korban Tabrak Lari

Seorang Masisir Menjadi Korban Tabrak Lari

Kecelakaan mungkin telah akrab ditelinga orang Indonesia di bumi pertiwi, tiap hari masyarakat Indonesia disuguhi berita kecelakaan dengan beragam modelnya. Namun apa jadinya kalau kejadian itu menimpa orang Indonesia di bumi para nabi ?.

Tempo hari lalu, terdengar kabar ada salah satu Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) yang tertabrak. Sontak kabar ini mengejutkan banyak pihak, sebab sudah lama Masisir tidak mendengar kabar pilu seperti kasus diatas. Kasus kecelakaan beberapa hari itu menimpa suadara Akmal Safar MA (mahasiswa pascasarjana asal minang KMM).

Kasus kecelakaan yang menimpa Akmal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri, dikarenakan sang penabrak yang merupakan orang Mesir seakan tidak mau bertanggung jawab soal kesembuhannya. Bahkan korban hanya dibawa ke rumah sakit dan kemudian dibiarkan terkapar, sementara dirinya kabur meninggalkan korban begitu saja.

Menindaklanjuti informasi mengenai kejadian tersebut, kswmesir.org meminta keterangan lebih lanjut kepada Ahmad Bayhaqi Maskum, selaku Ketua Dewan Keamanan dan Ketertiban Masisir (DKKM) PPMI Mesir. Dirinya berujar bahwa orang Mesir yang menabrak korban itu tidak bertanggung jawab dengan meninggalkan korban tergeletak di rumah sakit.

“Beliau (korban -red) ditabrak oleh orang Mesir, bukan tabrakan. Setelah ditabrak orang itu (penabrak -red) sempat membawanya ke rumah sakit namun setelah mengetahui kaki Ustadz Akmal yang ditabrak patah dan mengelurkan biaya yang besar,orang itu melarikan diri dan tidak bertanggungjawab”, jelas Bayhaqi

Lebih lanjut, ketua DKKM yang merupakan mahasiswa asal Kalimantan itu memberikan saran kepada seluruh lapisan Masisir agar berhati-hati ketika berada dijalan, bukan karena copetnya saja, tapi juga memperhatikan sekeliling, utamanya ketika hendak menyebrang, mengingat orang Mesir yang suka ugal-ugalan dalam mengemudi mobil.

“Saran untuk para pejalan kaki, hendaknya extra waspada jika ada motor atau tuk-tuk dibelakang anda, karena ketidakperhatian kita terhadap sekitar akan membuat mereka mempermainkan kita. Bagi yang pengemudi dari Masisir (masisir yang mengemudi -red) dimohon jangan sampai lengah dalam mengemudi, apalagi sampai numbruk orang atau mobil orang mesir, karena urusannya panjang dan menghabiskan uang,” ujarnya menyinggung kasus perampokan mobil Bang Fadli dua minggu lalu.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dirawat di rumah sakit ‘Ain Syams Damardasy. Korban mengalami luka yang cukup parah, tulang kering kakinya patah. Sampai saat ini, pelaku penabrakan tak kunjung berhasil ditemukan.(MUNNiR)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …