Home / INTERNASIONAL / Seorang Pelajar Asal Indonesia Meninggal Tertabrak Mobil

Seorang Pelajar Asal Indonesia Meninggal Tertabrak Mobil

Kairo, kswmesir.org (3/12) Pelajar Darul Lughoh bernama lengkap Ahmad Giaz Nurul Huda meninggal karena tertabrak mobil pada hari Kamis (3/12). Pelajar asal Purwodadi, Jawa Tengah ini tertabrak saat menyeberang di depan markaz lughah, Hay Sadis.

“Saat itu korban hendak menyeberang dan tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang lantas menabrak korban,” ujar Mahdi.

Sebelumnya, korban berangkat menuju markaz lughah bersama kawan-kawannya. Sesampainya di kelas, korban yang ternyata telah duduk di bangku mutamayyiz diberitahu bahwa hari itu kelas mutamayyiz libur. Korban lantas pergi keluar kelas dan berencana pulang.

“Pada saat itu, korban menyeberang menuju jalan ke arah Darrasah. Waktu almarhum menyeberang, terjadilah tabrakan nahas tersebut.”

Menurut saksi mata, seusai tabrakan terjadi, ada banyak warga Indonesia di TKP. Hanya saja, saat itu korban sudah dikerumuni warga Mesir, sehingga tidak banyak yang berpikir bahwa korban adalah warga Indonesia.

“Waktu itu, saya sempat melihat ada kecelakaan di Hay Sadis. Hanya saja saya tidak sempat melihat korban dikarenakan banyaknya orang Mesir yang berkerumun. Saya segera pergi ke Darrasah. Sesampainya di terminal Darrasah, tiba-tiba ada seorang Malaysia bertanya apakah saya orang Indonesia dan mengabarkan bahwa seorang mahasiswa asal Semarang, Indonesia tertabrak di Hay Sadis,” tutur Dadan saksi mata.

Dadan yang mengetahui bahwa korban adalah warga KSW segera menghubungi salah seorang warga KSW dan menyampaikan berita tersebut. Dadanpun kembali ke TKP. Rupanya, korban sudah dibawa pergi oleh ambulans.

“Menurut keterangan polisi yang saya tanya, keadaan almarhum sewaktu dibawa pergi tidak terlalu buruk. Kemudian saya bertanya ke salah satu polisi lagi dan dia mengatakan bahwa waktu itu korban sudah mulai melafazkan kalimat-kalimat laa ilaha ilallah.”

Usai mendapat keterangan dari polisi bahwa korban berada di Mustasyfa Madinat Nasr, Wakil Presiden PPMI, Sofyan Nainggolan dan ketua KSW Sopandi segera meluncur ke RS. Ta’min Shihhiy dari arah yang terpisah. Rupanya di sana tidak ada warga Indonesia yang baru saja masuk. Setelah itu, Sofyan kembali ke Wisma Nusantara lewat jalan belakang. Di pinggir jalan, dia mendapati sebuah rumah sakit dengan nama Mustasyfa Madinat Nasr. Ternyata benar, korban dibawa menuju rumah sakit tersebut.

Menurut keterangan salah seorang dokter, korban meninggal disebabkan oleh pembekuan darah di otak. Selain itu, korban juga mengalami sesak napas.

“Administrasi sudah diurus oleh pihak KBRI. Keluarganya juga sudah dihubungi dan siap menanggung seluruh biaya administrasi. Insya Allah hari Sabtu depan, jenazah sudah bisa dibawa untuk disholatkan dan kemudian dipulangkan ke tanah air.” (am)

Comments

comments

Lihat Juga

Undangan Membaca Bersama KSW

Oleh: Muhammad Mirza Al-Mahfudz Saya sering memperhatikan beberapa kawan saat berselancar di jejaring sosial. Ibu …