Berita Terkini
Home / masisir / Serba-Serbi Mahasiswa/i Student Exchange di Mesir

Serba-Serbi Mahasiswa/i Student Exchange di Mesir

Kairo, kswmesir.org (23/11) — Di bawah tanggung jawab Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), program beasiswa unggulan “Maharatul Lughoh al-‘Arabiyyah dan Transfer Kredit (atau lebih dikenal dengan student exchange)” kembali diadakan tahun ini.

Program yang diadakan atas kerja sama dengan Universitas Canal Suez ini melibatkan beberapa kampus di Indonesia, di antaranya: UNS, UGM, UNPAD, UPI, dan UNJ. Program ini sendiri dibiayai oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) melalui program beasiswa unggulan.

Mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut akan mendapatkan beasiswa penuh kecuali bila ada kebijakan lain dari kampus masing-masing. Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama satu semester atau 6 bulan. Dalam waktu 6 bulan, mahasiswa BU (Beasiswa Unggulan) mengikuti perkuliahan di Universitas Canal Suez dengan materi kuliah Tsaqofah al-‘Arabiyyah wa Lughoh al-‘Arabiyyah (Arabic Culture), Qawaid al-‘Arabiyyah (Sintaksis-Morfologi), Balaghah (Semantik), Ilmu Aswad (Fonologi), Khat al-‘Arabiyyah (Kaligrafi) dan Sejarah Sastra Arab.

Keseluruhan peserta beasiswa unggulan ini berjumlah 40 orang dengan perincian S1 berjumlah 37 orang dan S2 berjumlah 3 orang.
Berikut perincian asal kampus dan jumlah mahasiswa per-universitas:
UNS : 3 orang
UGM : 11 orang
UNPAD : 16 orang
UPI : 8 orang
UNJ : 1 orang.

Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Arab dalam 4 aspek, yaitu mendengar, membaca, berbicara dan menulis. Selain itu, mereka sekaligus diberikan pemahaman tentang kebudayaan Timur Tengah. Hal ini dikarenakan menurut Pak Fahmi Lukman, mahasiswa sastra Arab harus pernah merasakan langsung atmosfer dan lingkungan Timur Tengah. Menurut beliau, ada tiga hal yang tak bisa dipisahkan dalam mempelajari sebuah bahasa, yaitu bahasa, bangsa dan budaya. Setidaknya, mahasiswa sastra Arab itu harus punya dua kompetensi yaitu interpretasi dan transliterasi.

Salah satu mahasiswa UNS, Ahmad Falahuddin mengaku sangat bersyukur atas kesempatan ini.
Baginya, kuliah di luar negeri merupakan suatu tantangan yang besar, baik dari segi finansial pribadi yang relatif sangat sederhana, sehingga ia harus berjuang sedikit lebih keras bahkan melangkah sedikit lebih jauh dari biasanya. Selain itu perbedaan budaya yang sangat jauh juga mempengaruhi besarnya tantangan yang harud dihadapi. Dalam hal ini kemandirian merupakan hal yang sangat penting dalan memacu dan memotivasi perkembangan diri.

“Alhamdulillah program Beasiswa Unggulan ‘Sandwich’ ini bisa membawa saya menuju negara Mesir yang dahsyat akan sejarah dengan tanpa memberatkan orang tua serta orang sekitar saya. Hadza min fadhli Rabbi,” tuturnya ketika diwawancara oleh kru kswmesir.org

Selain Falah, Mahasiswi UNPAD, Lita Merlita pun bersyukur atas diadakannya program ini.
“I hope the scholarship “Beasiswa Unggulan” can progres further and will be able to help other who need financial help for their education,” ujarnya.

“Sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan dalam hidup saya, sesuatu yang dulu sama sekali tidak terbayangkan bisa menginjakkan kaki di negeri kinanah ini. Program BU ini memberikan kesempatan bagi saya merasakan bagaimana kehidupan asli orang Arab, lebih khususnya Mesir, kebudayaan dan lain-lainnya. Selain itu, kami juga mengetahui bagaimana kehidupan teman-teman seperjuangan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri para nabi ini.

Harapan saya semoga ini bukan satu-satunya kesempatan saya merasakan udara Mesir, tapi menjadi sebuah awal kunjungan-kunjungan saya selanjutnya ke berbagai negara Timur Tengah. Amin,” terang Furqon, salah seorang mahasiswa asal UNPAD. (nata)

Lihat Juga

Pejabat KPU Pusat Gelar Sosialisasi Pemilu di Kairo

Sabtu kemarin (28/4) Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) mengadakan sosialisasi Pemilu 2019 di auditorium …