Home / Uncategorised / Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (2)

Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (2)

Kairo (18/12) Pertemuan eksklusif di konsuler KBRI Kairo, yang melibatkan Ruwaq Azhar dan atase pendidikan (Atdik) KBRI Kairo, Sabtu, 13 Desember kemarin, masih menyisakan beberapa polemik yang cukup menarik perhatian. Pertemuan tersebut menyoal tentang pro-kontra penjualan buku “Manhaj Al-Azhar” oleh tim Ruwaq beberapa waktu lalu. Dr. H. Fahmy Lukman, M.Hum., selaku Atdik Kairo, menyangkal telah memberikan persetujuan penjualan buku tersebut, baik sebagian maupun keseluruhan. Sebaliknya, tim Ruwaq berkeyakinan bahwa ada pembagian hasil antara Ruwaq dan Atdik, dimana buku yang dicetak sebanyak seribu eksemplar tersebut dibagi menjadi dua. Lima ratus menjadi hak Atdik, dan lima ratus lagi menjadi hak Ruwaq, yang kemudian dijual dengan alasan untuk “memutar uang”.

(Baca: Ruwaq Azhar Salahgunakan Bantuan (?))

“Nanti ke depannya Ruwaq ini tidak hanya dalam buku saja pak, kita kemarin sudah sepakat dengan teman-teman mau bikin video. Kita butuh dana besar, butuh kamera dan segala macam. Jadi misi ruwaq terlalu besar,” tutur salah satu perwakilan dari mereka.

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pak Fahmy. “Betul misi Ruwaq terlalu besar, tetapi tidak bisa kemudian sesuatu itu tiba-tiba jadi kan? Berproses lah, kecuali kalau teman-teman punya modal sendiri. Saya sangat mengerti (Ruwaq –red) mau mandiri, tapi tidak dengan cara seperti ini. Teman-teman nanti bisa kemudian kumpulkan founding-nya dari berbagai macam sisi, nanti kita bisa diskusikan. Tapi dalam konteks Atdik untuk buku ini, no! (dijual-red) Kalau masih mau kerja sama dengan kita, ayo, jalan, tapi dengan pola seperti tadi (dibagikan-red). Dan saya akan bantu untuk itu. Saya akan kembangkan visi dan misi Al-Azhar. Tapi kalau mau masuk ke wilayah yang lain, saya akan berhenti. Karena tidak dalam kapasitas saya.”

(Baca: Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (1))

Namun pihak Ruwaq masih tetap bersikukuh dengan pendapatnya. “Dari pertemuan pertama kami dengan bapak, sudah kami tekankan. Kalau misalnya buku ini dibagikan semua, kesannya kami mundur pak. Tapi karena tadi, apa, komunikasinya ada yang kurang, jadi bapak memahaminya begini, saya memahaminya begitu. Makanya timbulnya seperti ini. Artinya memang dari niat awal kita pertama kali mau menerbitkan itu pak, pertama untuk basis ekonomi kita.”

“Kemudian bahwa itu ditulis oleh kawan-kawan, iya, yang kawan-kawan tuntut itu apa? Biaya penulisannya?” tanya Atdik kemudian.

“Biaya penulisannya itu kembali ke organisasi kami pak. Bukan ke kantong kami. Kami sama-sama ikhlas seperti bapak, memberikan perhatiannya. Ngasih dana untuk menerbitkan buku ini, gitu pak,” jawab tim Ruwaq tetap tak mau kalah.

“Iya, bahwa komitmen saya kan dalam rangka untuk membagikannya kepada semua kawan-kawan mahasiswa. Dan nanti itu tinggal dibagi ke masing-masing kekeluargaan, itu kan sudah saya sebutkan,” tandas Atdik lagi. (kim)

Lihat Juga

Final CCL, Munculnya Juara Baru

Kairo, kswmesir(6/9) – Akhirnya gelaran Cempe Champions League(CCL) berakhir dengan anti klimaks. Barcelona yang mengirimkan …