Home / masisir / Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (3)

Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (3)

Kairo (18/12) “Kisah” pertemuan semi konfrontatif antara Ruwaq Azhar dan atase pendidikan (Atdik) KBRI Kairo, Sabtu, 13 Desember, yang berlangsung di konsuler KBRI kemarin, belum menghasilkan kesepakatan antara dua kubu yang berbeda pendapat, sekalipun keduanya telah bermusyawarah dalam waktu yang cukup lama.

Melihat perdebatan yang tak kunjung menuai titik temu, Agus Susanto, selaku presiden PPMI, berinisiatif memberi jalan tengah dengan mengurai titik permasalahan. “Jadi begini kawan-kawan (Ruwaq –red), konflik ini tidak akan selesai kalau antum masih berpegang pada pemikiran awal. Untuk kegiatan-kegiatan, buktinya bapak sudah menjamin. Teman-teman butuh apa, misalnya dziba’an tiap minggu atau apa, ajukan! Kalau memang terlalu banyak, dihitung dulu rutinitas sebulan itu bagaimana, seminggu itu bagaimana, dibuat dalam satu proposal. Misalnya begitu.”

(Baca: Ruwaq Azhar Salahgunakan Bantuan (?))

“Sebentar dulu. Ada kegiatan rutin per minggu?” Tanya Dr. H. Fahmy Lukman, M. Hum., atau yang akrab disapa pak Fahmy, selaku atase pendidikan KBRI Kairo, yang langsung dijawab serentak dengan “iya”, oleh semua yang hadir. “Kalau per minggu itu berapa sih butuh pendanaannya?” tanya beliau lagi.

“Seratus atau dua ratusan pak,” jawab  tim Ruwaq singkat.

“Kecil kan sebenarnya, itu nggak terlalu besar. Kalau kemudian kegiatannya seperti itu, sederhana betul, tidak terlalu rumit. Silahkan lakukan. Saya kira menarik sekali kalau teman-teman kuat untuk itu. Saya akan bantu untuk itu,” tandas pak Fahmy.

(Baca: Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (1))

Namun bagaimanapun, tim Ruwaq masih tetap bersikukuh. “Begini pak, intinya pertama kami ingin mandiri…….”

“Mandiri boleh mas !!!. Saya setuju dengan mandiri. Tetapi buku tadi yang sudah kita cetak itu, menurut saya tidak digunakan dalam konteks itu,” sambung pak Fahmy.

“Kalau masalah buku, kalau asalnya bapak kurang setuju, kemarin kata teman-teman siap misalnya mau mengembalikan uang yang digunakan untuk mencetak kemarin itu,” demikian pihak Ruwaq.

“Ya nggak bisa dong. Karena kami sudah mempertanggungjawabkan semua pengeluaran  itu dalam dokumentasi laporan pertanggung jawaban keuangan. Ya, bagi anda  bisa mengembalikan, tapi bagi saya tidak bisa. Karena setiap pengeluaran itu sudah kami pertanggung jawabkan (catat –red),” bantah pak Fahmy lagi.

(Baca: Tersebar, Rekaman Pertemuan Antara Ruwaq Azhar dan Atdik (2))

Senada dengan Atase Pendidikan, Cecep Taufiqurrahman yang turut hadir di ruangan tersebut melontarkan hal yang sama. “Gini ya, kalau pengen-nya kebersamaan, pak Atdik ingin  menekankan bahwa, apa namanya itu, karya Ruwaq, bisa  dinikmati (oleh –red) semua. Inginnya beliau begitu kan. Di sisi lain, beliau ingin tetap menghargai keinginan Ruwaq untuk mandiri. Saya kira titik permasalahnya sudah ketemu. Kalu teman-teman sampai mengembalikan, dalam artian mengembalikan uang itu ke KBRI, ya kata beliau secara prosedural tidak mungkin. Uang itu mau masuk ke mana. Jadi tidak seperti saya ngasih uang pribadi ke antum. Yang kedua, saya dengar dari pak Muchlason, enam ribu pounds pencetakannya itu. Kalau Ruwaq punya uang enam ribu pound sekarang, jangan buat mengembalikan ke sini, jangan dipakai untuk mengembalikan ke KBRI. Lebih baik untuk kegiatan saja, simpel kan?” demikian urai Cecep. (kim)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …