Home / masisir / Tuntutan dan Petisi Pemakzulan Atdik Kairo

Tuntutan dan Petisi Pemakzulan Atdik Kairo

Kairo, kswmesir.org (27/7) Aksi damai Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir menuntut adanya perubahan kebijakan KBRI Kairo khususnya beberapa bidang yang berhubungan langsung dengan proses pendidikan dan pemberdayaan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir. Aksi damai ini didasari atas penilaian Pelajar dan Mahasiswa terhadap kinerja KBRI Kairo dalam beberapa kebijakannya yang dirasa kurang pas cenderung memberatkan Pelajar dan Mahasiswa dalam pelaksanaanya

Dibedakannya jadwal operasional konsuler dalam penyerahan dan pengambilan berkas kekonsuleran; legalisir ijazah, paspor, dll. dirasa memberatkan mahasiswa dan pelajar yang membutuhkan hal tersebut. waktu penyerahan berkas yang terbatas sampai pukul 12:00 WK dan jam-jam selanjutnya hanya untuk pengambilan berkas menjadikan proses legalisir dokumen terkesan tidak efektif. padahal, rentangan durasi operasional kekonsuleran dalam satu hari pun tidak panjang. hal ini kemudian menjadikan tidak efektifnya proses kekonsuleran yang dirasakan oleh kawan-kawan mahasiswa karena perbedaan jadwal penyerahan dan pengambilan berkas yang mereka ajukan.

dalam hal pemberdayaan dan pendidikan mahasiswa, gerakan ini lebih menyorot sikap dan kebijakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Bapak Dr. Fahmi Lukman, M.Hum. yang dalam banyak hal dirasa tidak mendukung gerak kemahasiswaan dan jauh dari kesan seorang pengayom yang solusional. pun, mediasi yang digagas PPMI dalam 4 kali Kenduri Masisir selalu dimentahkan sepihak dengan alasan-alasan yang terlalu normatif dan kaku.

beberapa sikap dan rentetan kebijakan Atdikbud yang menjadi sorotan adalah :

  1. Belum ada konsepsi kongkrit yang ditawarkan ke masisir dalam proses pemberdayaan mahasiswa dan pelajar indonesia
  2. Kebijakan temus haji yang telah “menabrak” tradisi sosial masisir
  3. Kurangnya dukungan dalam program-program yang digagas oleh PPMI semisal Wisuda PPMI, Ormaba PPMI dan pembekalan tingkat akhir
  1. Kurangnya apresiasi terhadap gerak keilmuan di masisir semisal kritikan beliau terhadap gagasan pelatihan riset lapangan di masisir, paket kuliah ekonomi islam dan tradisi tulis menulis di masisir yang dikatakan kurang memenuhi standar ilmiah yang didasarkan pada opini sepihak, serta beberapa proposal beda tesis yang ditolak
  2. Tidak lancarnya proses komunikasi dalam beberapa kegiatan ke-KBRI-an yang melibatkan instansi di masisir sehingga berdampak pada kerugian material instansi tersebut.
  3. Adanya kesan Atdikbud KBRI Kairo tidak sungguh-sungguh dalam mengupayakan beberapa masalah yang disampaikan mahasiswa dalam beberapa kali mediasi yang digagas PPMI

dari beberapa hal tersebut, mahasiswa memberikan beberapa poin tuntutan yang ditujukan kepada KBRI kairo, yaitu:

  1. Pemakzulan Atase pendidikan dan kebudayaan KBRI kairo
  2. Peninjauan ulang terhadap beberapa kebijakan KBRI yang berhubungan dengan proses ke-konsuleran
  3. Peningkatan komunikasi antarea pihak KBRI kepada masisir agar tercipta keseragaman persepsi dan pandangan terhadap semua isu dan aktivitas di lingkungan masisir. (ppmi)

Tentang KSWMESIR.org

Adalah situs web yang dikelola oleh mahasiswa Al-Azhar asal Jawa Tengah dan Jogjakarta. Opininya berfokus pada isu sosial-keagamaan. Sekarang, menyajikan pula rubrik FEATURE.

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …