Home / masisir / Wawancara Dengan “The Best One” Khatulistiwa 6

Wawancara Dengan “The Best One” Khatulistiwa 6

Kairo, (26/11) September lalu, jagat musik Masisir disuguhi pagelaran konser akbar tahunan bertajuk Khatulistiwa 6, dimana acara tersebut menghadirkan banyak band dan musisi dari rahim dunia masisir sendiri. Karena dianggap sukses dan menuai banyak respon positif, Indomie, selaku penyelenggara dan sponsor tunggal, merencanakan “pelebaran sayap”, dimana akan ada perhelatan bulanan bertajuk Khatulistiwa Monthly Café (KMC) yang akan diadakan setiap akhir bulan. Dan untuk pertama kalinya, KMC ini akan digelar pada hari Kamis, 27 November, di auditorium Griya Jateng, mulai selepas maghrib.

Menyikapi hal ini, D’Soldiers, salah satu band yang dinobatkan sebagai yang terbaik di Khatulistiwa 6 lalu, memberikan pendapatnya sendiri. Senin, 24 November kemarin, tim kswmesir.org berhasil mewawancara keluarga besar D’Soldiers. Berikut petikan wawancara kami dengan mereka mengenai seputar KMC.

Dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik di Khatulistiwa 6, apakah D’Soldiers nanti akan mengusung gaya yang sama?

Gaya ya? Kalau yang dimaksudkan gaya ini adalah style, ya style kita emang gitu-gitu aja. Kita nggak punya trend khusus atau tambahan apalah pas kita nampil. Terus kalau yang dimaksud gaya ini adalah genre, ya kita sebenarnya fleksibel sih, tergantung permintaan, tergantung request-lah. Yang jelas kalau untuk penampilan bebas, kita biasanya mengarah ke lagu-lagu lama. Selain kita mayoritas memang orang lama, kita juga melihat teman-teman yang lain, musisi dan band-band yang lain, rata-rata kan mereka bawain-nya lagu pop, meskipun ada juga yang reggae, blues, itu bagus, tapi yang jelas biasanya kan lagu-lagu terbaru. Jadi kita khusus bawain lagu-lagu yang lama.

Sudah sampai mana persiapannya untuk KMC?

Wah, ini dia. Karena kawan-kawan masih pada sibuk, ya sampai saat ini kita masih nyari-nyari sendiri. Nanti ketika kumpul bareng, kita latihan, terus kita kompakin. Jadi biar nggak makan waktu lama ketika kumpul. Tinggal main bareng, kompakin, selesai. Cuman kalau persiapan ya, kurang lebih 40 persen lah masih.

Apakah nanti di KMC, D’Soldiers akan tampil secara full team atau ada rotasi personil?

Personil asli kita kan cuman saya (Bara –red), si Nunut, si Ogan, sama si Syauqi drummernya, karena si Asif udah pulang. Cuman kemarin kita sengaja mau menunjukkan SDM yang baru untuk Khatulistiwa 6. Muncullah saudara Huliman, yang nyanyi She’s Gone itu, sama Siti Rahmah, vokalis perempuan. Cuman kalau format asli kita ya hanya empat orang itu saja. Kalau masalah perubahan, mungkin karena waktunya udah mepet ya, jadi coba kita pakai format yang asli aja. Nggak pakai additional vocalist. Soalnya masih pada punya banyak kesibukan di luar.

Boleh dibocorin nggak lagu apa aja yang mau dibawain?

Yang jelas, pastinya dicampur, antara lagu barat dan lagu Indonesia. Terus lagunya lagu era 80 atau 90-an, gitu lah. Kalau ada paling tambahan satu dua, yang jelas kita nyari yang banyak diminati orang, dan enak didengar. Kita nggak mau terlalu memaksakan idealisme. Soalnya ya, buat apa maksain idealisme dalam bermusik tetapi orang nggak suka dengarnya. Kita kan tinggal di komunitas mana sekarang, kita ada di lingkungan mana. Kalau di Indonesia mungkin banyak yang sama dengan idealisme kita, tapi kalau di sini kan belum tentu. Jadi fleksibel aja.

KMC ini bisa jadi memakai sistem promosi-degradasi, bagaimana D’Soldiers menanggapi hal itu?

Tanggapan D’Soldiers untuk hal ini, kita rasa sebenarnya kalau masalah suka atau nggak itu hak penonton ya. Cuman kalau pakai sistem kayak gitu, komunitas kita ini kan kecil. Masih bisa hidup aja komunitas musisi Khatulistiwa ini, udah syukur. Kalau pakai sistem promosi-degradasi gitu itu, sama aja kayak festival band,  jadi kayak ada kompetisi di dalamnya. Sebenarnya tujuannya bagus sih ya, sistem promosi-degradasi itu kan dibuat untuk teman-teman musisi biar melatih skill-nya, biar lebih bagus lagi, gitu kan, biar semakin bagus seterusnya. Tapi yang ditakutkan, lihat kayak dari dua tahun kemarin, ada itu acara festival band, tapi nggak ada yang mau nampil. Ada juga yang mau nampil, mau ikut perlombaan, tapi di tengah jalan mengundurkan diri, dengan alasan apa, persiapan untuk Khatulistiwa. Nah, kenapa mereka lebih memilih Khatulistiwa? Ya karena di Khatulistiwa itu nggak ada sistem kompetisi. Jadi mau permainan mereka jelek, mau permainan mereka nggak begitu bagus, tetap masih ada yang mendukung, masih ada yang menerima lah setidaknya, nggak pakai sistem menang kalah, gitu. Mungkin kami rasa, mental kita para musisi yang ada di Khatulistiwa ini, belum siap ya untuk betul-betul berkompetisi. Jadi menurut kami, sistem promosi-degradasi ini jangan diadain dulu lah, jangan dibuat dulu. Nanti kalau komunitas kita sudah benar-benar kuat, baru, okelah, boleh dibikin kayak gitu. Kalau sekarang, intinya, kami rasa ada saja orang yang mau menunjukkan bakatnya, menunjukkan talentanya, itu udah syukur, udah bagus. Sebagaimana kita tau sendiri kan, kemarin pak Gun (bapak Gunawan Hariyanto –red) aja pas mau Khatulistiwa itu sempat ngeluh, kita banyak kekurangan SDM, terutama vokal sama drummer. Kalau gitaris, bassist, okelah masih banjir, tapi untuk vokal sama drum itu jarang. Nah, dari situ udah bisa dilihat kan, orang yang datang berapa ratus tiap tahun, terus berapa orang yang mempunyai skill dan mempunyai minat untuk bermusik. Dari situ, mungkin bisa dijadikan pertimbangan. Bagi yang menginginkan untuk membuat sistem promosi-degradasi ini, silahkan, tapi dilihat dulu dari segala sisinya, SDM kita, terus mental juga. Soalnya kami rasa mental kita belum siap untuk sistem kompetisi kayak gitu.

Apa pendapat D’Soldiers secara umum tentang diadakannya KMC ini?

Sangat mengapresiasi dan ini bagus, diadakan acara seperti ini. Salut juga buat pak Gun yang udah mau membiayai acara seperti ini. Yang saya tau memang selama ini orang-orang pecinta musik yang ada di sini, di Masisir, kan sering dicuekin ya sama orang lain, cuman akhirnya alhamdulillah, ada yang mau menampung, ada yang mau mewadahi kita lah. Mudah-mudahan acara KMC ini bisa berjalan terus, dan tanpa harus dibikin persaingan. Jadi teman-teman bisa semua menunjukkan bakatnya. Kalau dari mereka kira-kira ada yang kurang, kita akan dukung melalui apa kek gitu, mungkin kumpul sesama kita, jadi mungkin kita kumpulnya nggak hanya di acara KMC, ya mungkin di lain tempat, di lain waktu, bisa kita buat. Saling meningkatkan skill masing-masing lah, intinya kita di sini bukan untuk cari duit kan, dengan persaingan dan segala macem itu. Tapi yang jelas bravo buat Khatulistiwa dan KMC-nya. Mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan kreativitas dan persahabatan di antara kita para musisi masisir ini, stabilitas komunitas, dan semuanya lah. Itu aja sih. (kim)

Tentang admin

Lihat Juga

Mahasiswa Pascasarjana Asal Jawa Tengah Raih Gelar Magister Usul Fikih

Mahasiswa pascasarjana jurusan Usul Fikih, Ahmad Munafidzul Ahkam  meraih predikat Jayyid Jiddan pada sidang tesis …